
Islam mengajarkan umatnya untuk bersyukur atas rezeki yang dimiliki serta memohon karunia kepada Allah SWT tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Setiap manusia telah memiliki bagian rezeki dan kelebihan masing-masing.
Sifat iri hanya akan menumbuhkan kebencian dan membuat seseorang sulit merasakan ketenangan hidup.
- Ghibah atau Menggunjing
Ghibah berarti membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun apa yang dibicarakan itu benar. Banyak orang menganggap ghibah sebagai hal biasa dalam percakapan sehari-hari, padahal dosanya sangat besar.
Dalam ajaran Islam, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia. Perumpamaan tersebut menunjukkan betapa buruknya perilaku menggunjing.
Selain merusak hubungan antarsesama, ghibah juga dapat memindahkan pahala pelakunya kepada orang yang digunjingkan.
- Kufur Nikmat
Kufur nikmat adalah sikap tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bentuknya bisa berupa terus-menerus mengeluh, tidak mengakui karunia Allah, atau menggunakan nikmat untuk hal yang dilarang.
Kurangnya rasa syukur dapat menghilangkan keberkahan hidup. Bahkan, amal kebaikan yang dilakukan bisa kehilangan nilainya apabila hati dipenuhi sikap sombong dan tidak menghargai nikmat Allah SWT.
Sebaliknya, orang yang bersyukur akan mendapatkan tambahan nikmat dan ketenangan dalam hidupnya.
Pentingnya Menjaga Amal Kebaikan
Berbuat baik memang penting, tetapi menjaga agar amal tetap ikhlas dan bersih dari dosa juga tidak kalah penting. Seorang muslim hendaknya selalu memperbaiki niat, menjaga lisan, serta membersihkan hati dari sifat iri dan kesombongan.
Dengan menjaga keikhlasan dan menjauhi perbuatan dosa, amal ibadah yang dilakukan dapat menjadi bekal berharga di akhirat kelak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















