
BOGORTODAY.COM – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan pada anak sekolah menunjukkan temuan yang cukup mengkhawatirkan.
Dari jutaan anak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, ratusan ribu di antaranya diketahui mengalami peningkatan tekanan darah yang berpotensi mengarah pada hipertensi.
Data tersebut menjadi perhatian karena tekanan darah tinggi tidak lagi hanya ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga mulai banyak terjadi pada anak dan remaja.
Jutaan Anak Telah Mengikuti Skrining Kesehatan
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga awal Mei 2026, sekitar 4,8 juta anak dari puluhan ribu sekolah telah mengikuti program skrining kesehatan melalui CKG.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa masalah kesehatan yang paling sering dialami anak usia sekolah. Tiga kondisi yang mendominasi yakni tekanan darah tinggi, gigi berlubang, serta penumpukan kotoran di telinga.
Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah meningkatnya jumlah anak dengan tekanan darah di atas normal.
Ratusan Ribu Anak Mengalami Tekanan Darah Tinggi
Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 22 persen anak yang diperiksa mengalami peningkatan tekanan darah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 663 ribu anak.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena tekanan darah tinggi pada usia dini dapat berdampak pada kesehatan organ tubuh dalam jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik.
Dalam dunia medis, tekanan darah tinggi pada anak dikenal sebagai hipertensi pediatrik. Kondisi ini dapat memengaruhi aliran darah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan di masa depan.
Penyebab Hipertensi pada Anak
Hipertensi pada anak umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.
- Hipertensi Primer
Hipertensi primer adalah tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebab pastinya. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak usia di atas enam tahun.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipertensi primer antara lain:
- Riwayat keluarga dengan hipertensi
- Berat badan berlebih atau obesitas
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tinggi garam dan makanan cepat saji
Gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus tekanan darah tinggi pada anak saat ini.
- Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu yang memicu kenaikan tekanan darah.
Beberapa penyebab yang dapat memicu kondisi ini meliputi:
- Penyakit ginjal
- Gangguan pembuluh darah menuju ginjal
- Kelainan jantung bawaan
- Gangguan hormon
- Sleep apnea
- Efek samping obat tertentu
- Paparan zat berbahaya seperti timbal dan merkuri
Pada beberapa kasus, faktor genetik juga dapat berperan dalam munculnya hipertensi pada anak.
Gejala Hipertensi pada Anak
Tekanan darah tinggi pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting dilakukan untuk mendeteksi kondisi ini lebih awal.
Meski demikian, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua, seperti:
- Sakit kepala
- Mual atau muntah
- Nyeri dada
- Jantung berdebar cepat
- Sesak napas
- Kejang pada kondisi tertentu
Apabila anak mengalami gejala tersebut, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Pentingnya Pencegahan Sejak Dini
Meningkatnya kasus hipertensi pada anak menunjukkan pentingnya penerapan gaya hidup sehat sejak usia dini. Orang tua memiliki peran besar dalam menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan harian anak.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga tekanan darah anak tetap normal antara lain:
- Membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan gula
- Mengurangi makanan cepat saji
- Mendorong anak aktif bergerak dan berolahraga
- Menjaga berat badan ideal
- Memastikan waktu tidur cukup
Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat sebelum menimbulkan komplikasi.
Hasil program Cek Kesehatan Gratis pada anak menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi kini menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Dengan jumlah kasus yang cukup besar, kesadaran orang tua dan sekolah terhadap pentingnya pola hidup sehat menjadi semakin penting.
Deteksi dini dan perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah dampak buruk hipertensi pada kesehatan anak di masa depan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















