Mengapa Bulan Bisa Bersinar di Malam Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bulan
Ilustrasi Bulan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Bulan sering terlihat terang menghiasi langit malam. Cahaya yang dipancarkannya membuat banyak orang mengira Bulan mampu menghasilkan sinar sendiri seperti Matahari. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Bulan sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi cahaya. Satelit alami Bumi tersebut tampak bercahaya karena memantulkan sinar Matahari ke arah Bumi.

Cahaya Bulan Berasal dari Pantulan Matahari

Sinar yang terlihat dari Bulan pada malam hari merupakan cahaya Matahari yang dipantulkan oleh permukaannya. Proses ini mirip seperti cermin yang memantulkan cahaya lampu. Cermin tampak bersinar, tetapi sumber cahayanya tetap berasal dari lampu, bukan dari cermin itu sendiri.

Hal yang sama terjadi pada Bulan. Ketika cahaya Matahari mengenai permukaan Bulan, sebagian cahaya dipantulkan kembali ke angkasa dan sampai ke Bumi sehingga Bulan terlihat terang.

Permukaan Bulan Tidak Terlalu Memantulkan Cahaya

Meski tampak sangat terang dari Bumi, sebenarnya Bulan termasuk pemantul cahaya yang kurang baik. Permukaannya hanya mampu memantulkan sebagian kecil cahaya yang diterimanya.

Permukaan Bulan didominasi oleh batuan gelap, debu, kawah, dan material vulkanik hasil aliran lava purba. Warna permukaan yang cenderung abu-abu gelap membuat sebagian besar cahaya Matahari justru diserap menjadi panas.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Kemampuan suatu benda dalam memantulkan cahaya dikenal dengan istilah albedo. Bulan memiliki tingkat albedo yang rendah, sehingga hanya sedikit cahaya yang dipantulkan kembali.

Mengapa Bulan Tetap Tampak Sangat Terang?

Walaupun hanya memantulkan sebagian kecil cahaya Matahari, Bulan tetap terlihat bercahaya jelas di langit malam. Hal ini terjadi karena adanya kontras antara cahaya Bulan dan gelapnya luar angkasa.

Di tengah langit malam yang gelap, pantulan cahaya sekecil apa pun akan terlihat sangat terang bagi mata manusia. Itulah sebabnya Bulan tampak bersinar meski bukan sumber cahaya asli.

Cahaya pantulan dari Bulan juga membutuhkan waktu sekitar 1,26 detik untuk mencapai Bumi.

Bulan Juga Mengalami Siang dan Malam

Seperti Bumi, Bulan juga mengalami pergantian siang dan malam. Saat satu sisi Bulan terkena sinar Matahari dan tampak terang, sisi lainnya berada dalam kondisi gelap.

Karena Bulan terus bergerak mengelilingi Bumi, bagian yang terlihat dari Bumi pun berubah-ubah. Perubahan inilah yang dikenal sebagai fase Bulan.

Mengenal Fase-Fase Bulan

Fase Bulan terjadi akibat perubahan posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari. Siklus ini berlangsung sekitar 29,5 hari hingga kembali ke fase awal.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Berikut delapan fase utama Bulan:

  1. Bulan baru
  2. Bulan sabit awal
  3. Kuartal pertama
  4. Bulan cembung awal
  5. Bulan purnama
  6. Bulan cembung akhir
  7. Kuartal ketiga
  8. Bulan sabit akhir

Saat fase purnama, Bulan tampak bulat penuh karena sisi yang menghadap Bumi sepenuhnya terkena cahaya Matahari.

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Perubahan bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi sebenarnya bukan karena bentuk Bulan berubah, melainkan karena sudut pandang manusia terhadap bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari.

Kadang hanya sebagian kecil permukaan terang yang terlihat, sementara pada waktu tertentu seluruh sisi yang disinari Matahari tampak jelas sehingga membentuk Bulan purnama.

Fenomena inilah yang membuat Bulan selalu terlihat berbeda dari malam ke malam.

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya yang terlihat pada malam hari berasal dari pantulan sinar Matahari yang mengenai permukaannya. Meski hanya memantulkan sedikit cahaya, Bulan tetap tampak terang karena kontras dengan gelapnya langit malam.

Selain itu, pergerakan Bulan mengelilingi Bumi menyebabkan munculnya berbagai fase yang dapat diamati setiap bulan. Fenomena ini menjadi salah satu keindahan alam semesta yang menarik untuk dipelajari.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================