Penuhi Gizi Masyarakat Kota Bogor, Dapur SPPG Baranangsiang Terapkan ‘Rapid Test’ Makanan Setiap Hari

“Saat ini, tercatat sudah ada 134 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor dari total target pengembangan mencapai 200 unit. Pencapaian intervensi penerima manfaat saat ini pun telah mengarah ke angka 70 hingga 75 persen,” kata Hanafi.

Sementara, Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, menyampaikan bahwa unit SPPG Baranangsiang merupakan dapur kedua setelah sebelumnya diresmikan di daerah Cibalagung. Dapur ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 2026.

“Sebelum beroperasi, kami telah melengkapi berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikasi penjamak, uji lab air, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kami ingin memastikan semua berjalan lancar dan aman,” ungkap Dona.

BACA JUGA :  SPMB dalam Perspektif Tata Kelola dan Esensi Pendidikan

Dona mengatakan, untuk menjamin kualitas makanan, pihak pengelola menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat ketat. Setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melewati uji tes cepat (rapid food test) setiap hari.

“Di dalam SPPG Baranangsiang ini sudah memenuhi standar kualitas. Sebelum makanan didistribusikan ke penerima manfaat, kami mengadakan rapid test untuk makanan tersebut guna menjamin keamanannya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sering Terbangun Pukul 3 Pagi dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Menurutnya, pada tahap awal operasional, Dapur SPPG Baranangsiang akan melayani 1.000 penerima manfaat yang mencakup siswa sekolah, anak-anak di Posyandu, hingga ibu hamil.

“Penentuan penerima manfaat merupakan kewenangan pihak BGN. Ke depannya, jumlah ini akan terus berlanjut dan dikoordinasikan melalui tingkat kecamatan (Korcam) agar seluruh kelompok yang membutuhkan dapat terintervensi secara menyeluruh,” pungkas Dona.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================