
Hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga perilaku seseorang. Jika paparan terus terjadi, risiko penurunan fungsi otak dan gangguan neurologis dapat meningkat.
Selain itu, arsen yang bersifat karsinogenik juga berpotensi meningkatkan risiko kanker, sedangkan kadmium dapat merusak fungsi ginjal dan sistem pernapasan.
Bahaya Lain dari Ikan Sapu-Sapu
Selain risiko terhadap fungsi otak, ikan sapu-sapu yang berasal dari perairan tercemar juga memiliki potensi bahaya lain bagi kesehatan, antara lain:
- Akumulasi Logam Berat
Ikan yang hidup di lingkungan kotor cenderung menyimpan logam berat di dalam tubuhnya. Jika dikonsumsi, zat ini dapat merusak organ dalam secara perlahan.
- Paparan Limbah Kimia
Perairan yang tercemar limbah industri dan pertanian dapat membuat ikan menyerap bahan kimia berbahaya dan pestisida yang tidak aman bagi tubuh manusia.
- Risiko Bakteri dan Parasit
Lingkungan yang tidak bersih juga meningkatkan kemungkinan adanya bakteri dan parasit pada tubuh ikan. Jika tidak diolah dengan baik, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan infeksi saluran cerna.
- Potensi Alergi
Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan yang terkontaminasi, seperti gatal, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan.
- Racun Tidak Hilang Saat Dimasak
Proses memasak memang dapat membunuh bakteri, namun tidak dapat menghilangkan logam berat atau zat kimia berbahaya yang sudah terlanjur masuk ke dalam jaringan ikan.
Tidak Ada Metode Aman untuk Menghilangkan Zat Berbahaya
Hingga saat ini, belum ada metode pengolahan yang benar-benar dapat menghilangkan kandungan logam berat secara menyeluruh dari ikan yang sudah terkontaminasi. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih sumber makanan menjadi sangat penting.
Ikan sapu-sapu yang berasal dari lingkungan tercemar berpotensi mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk sistem saraf dan fungsi otak.
Karena risiko tersebut, masyarakat disarankan lebih berhati-hati dalam memilih sumber protein ikan dan mengutamakan jenis ikan yang berasal dari perairan bersih serta aman untuk dikonsumsi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















