Waspada Konsumsi Ikan Sapu-Sapu: Ini Risiko Kesehatannya bagi Tubuh

Ikan Sapu-sapu
Ilustrasi Ikan Sapu-sapu. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Dalam beberapa waktu terakhir, ikan sapu-sapu menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai informasi di media sosial mengenai potensi penggunaannya dalam produk makanan olahan. Isu ini memicu kekhawatiran karena ikan tersebut dikenal hidup di lingkungan perairan yang sering tercemar.

Kekhawatiran utama muncul dari dugaan bahwa ikan sapu-sapu dapat mengandung zat berbahaya yang berpotensi berdampak pada kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Kandungan Berbahaya dalam Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar diketahui dapat menyerap berbagai zat berbahaya dari lingkungannya. Beberapa di antaranya adalah logam berat seperti merkuri, timbal, arsen, dan kadmium.

Zat-zat tersebut dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia jika masuk melalui makanan secara terus-menerus. Akumulasi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama pada organ vital seperti ginjal, paru-paru, dan sistem saraf.

Merkuri, misalnya, dapat memengaruhi fungsi saraf dan otak. Sementara timbal diketahui dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat dan berdampak pada penurunan kemampuan kognitif.

Dampak terhadap Fungsi Otak

Salah satu kekhawatiran terbesar dari konsumsi ikan sapu-sapu adalah dampaknya terhadap otak. Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem saraf pusat.

BACA JUGA :  Atap Pelana: Desain Klasik yang Fungsional dan Hemat Biaya untuk Hunian

Hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga perilaku seseorang. Jika paparan terus terjadi, risiko penurunan fungsi otak dan gangguan neurologis dapat meningkat.

Selain itu, arsen yang bersifat karsinogenik juga berpotensi meningkatkan risiko kanker, sedangkan kadmium dapat merusak fungsi ginjal dan sistem pernapasan.

Bahaya Lain dari Ikan Sapu-Sapu

Selain risiko terhadap fungsi otak, ikan sapu-sapu yang berasal dari perairan tercemar juga memiliki potensi bahaya lain bagi kesehatan, antara lain:

  1. Akumulasi Logam Berat

Ikan yang hidup di lingkungan kotor cenderung menyimpan logam berat di dalam tubuhnya. Jika dikonsumsi, zat ini dapat merusak organ dalam secara perlahan.

  1. Paparan Limbah Kimia

Perairan yang tercemar limbah industri dan pertanian dapat membuat ikan menyerap bahan kimia berbahaya dan pestisida yang tidak aman bagi tubuh manusia.

  1. Risiko Bakteri dan Parasit

Lingkungan yang tidak bersih juga meningkatkan kemungkinan adanya bakteri dan parasit pada tubuh ikan. Jika tidak diolah dengan baik, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan infeksi saluran cerna.

  1. Potensi Alergi
BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan yang terkontaminasi, seperti gatal, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan.

  1. Racun Tidak Hilang Saat Dimasak

Proses memasak memang dapat membunuh bakteri, namun tidak dapat menghilangkan logam berat atau zat kimia berbahaya yang sudah terlanjur masuk ke dalam jaringan ikan.

Tidak Ada Metode Aman untuk Menghilangkan Zat Berbahaya

Hingga saat ini, belum ada metode pengolahan yang benar-benar dapat menghilangkan kandungan logam berat secara menyeluruh dari ikan yang sudah terkontaminasi. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih sumber makanan menjadi sangat penting.

Ikan sapu-sapu yang berasal dari lingkungan tercemar berpotensi mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk sistem saraf dan fungsi otak.

Karena risiko tersebut, masyarakat disarankan lebih berhati-hati dalam memilih sumber protein ikan dan mengutamakan jenis ikan yang berasal dari perairan bersih serta aman untuk dikonsumsi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================