Perbedaan Hamil Anggur dan Hamil Ektopik yang Perlu Diketahui

BOGORTODAY.COM – Kehamilan normal terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di dalam rahim. Namun, pada beberapa kondisi, proses ini dapat mengalami gangguan yang memicu komplikasi serius, seperti hamil anggur dan kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan.

Meski sama-sama terjadi pada awal masa kehamilan, kedua kondisi tersebut memiliki penyebab, gejala, dan risiko yang sangat berbeda. Karena itu, penting bagi perempuan untuk memahami ciri-ciri dan bahayanya agar bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat.

Apa Itu Hamil Anggur?

Hamil anggur atau mola hidatidosa merupakan kondisi ketika jaringan yang seharusnya berkembang menjadi plasenta tumbuh secara tidak normal. Kelainan ini terjadi akibat masalah pada proses pembuahan sehingga perkembangan janin tidak berlangsung sebagaimana mestinya.

Dalam dunia medis, hamil anggur dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Hamil Anggur Lengkap (Complete Molar Pregnancy)

Pada kondisi ini, jaringan plasenta berkembang menjadi kumpulan kista berisi cairan. Janin tidak terbentuk sama sekali karena tidak ada perkembangan embrio yang normal.

  1. Hamil Anggur Parsial (Partial Molar Pregnancy)

Jenis ini terjadi ketika terdapat jaringan plasenta normal dan abnormal secara bersamaan. Embrio mungkin sempat terbentuk, tetapi tidak dapat berkembang dengan baik dan biasanya berakhir dengan keguguran.

Apa Itu Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim. Sebagian besar kasus terjadi di saluran tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim.

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Karena tuba falopi tidak memiliki ruang yang cukup untuk perkembangan janin, kondisi ini sangat berbahaya. Jika embrio terus tumbuh, saluran tuba dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal yang mengancam nyawa.

Penyebab Hamil Anggur dan Ektopik Berbeda

Meski sama-sama termasuk komplikasi kehamilan, penyebab keduanya tidaklah sama.

Penyebab Hamil Anggur

Hamil anggur umumnya terjadi akibat kelainan genetik saat proses pembuahan. Ketidakseimbangan jumlah kromosom menyebabkan perkembangan plasenta menjadi abnormal.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik lebih sering disebabkan oleh gangguan pada saluran tuba yang menghambat perjalanan sel telur menuju rahim. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain:

  • Riwayat operasi panggul
  • Infeksi menular seksual
  • Radang panggul
  • Endometriosis
  • Kelainan bentuk tuba falopi sejak lahir

Gejala Hamil Anggur yang Harus Diwaspadai

Pada awalnya, hamil anggur bisa tampak seperti kehamilan biasa. Namun, seiring waktu akan muncul beberapa tanda khas, seperti:

  • Perdarahan vagina berwarna cokelat tua atau merah terang pada trimester pertama
  • Mual dan muntah berlebihan
  • Rahim membesar lebih cepat dibanding usia kehamilan
  • Keluarnya jaringan menyerupai butiran anggur dari vagina

Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan medis segera sangat dianjurkan.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Gejala Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik juga sering diawali dengan tanda kehamilan normal. Namun, kondisi ini dapat berkembang menjadi darurat medis bila tidak segera ditangani.

Gejala yang umum muncul meliputi:

  • Nyeri tajam pada perut bagian bawah
  • Perdarahan dari vagina
  • Nyeri punggung bawah
  • Tubuh terasa lemas dan pusing

Apabila tuba falopi pecah, penderita bisa mengalami nyeri bahu mendadak, pingsan, hingga tekanan darah turun drastis akibat perdarahan dalam tubuh.

Apakah Masih Bisa Hamil Lagi?

Kedua kondisi ini memang dapat menimbulkan trauma dan kekhawatiran bagi calon ibu. Namun, peluang untuk memiliki kehamilan sehat di masa depan tetap ada.

Pada kasus hamil anggur, dokter biasanya menyarankan pasien menunda kehamilan selama beberapa bulan hingga satu tahun untuk memastikan jaringan abnormal sudah benar-benar hilang.

Sementara itu, perempuan yang pernah mengalami kehamilan ektopik juga masih dapat hamil secara normal, bahkan jika salah satu saluran tuba harus diangkat melalui operasi.

Pentingnya Deteksi Dini

Hamil anggur dan kehamilan ektopik merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera. Pemeriksaan rutin selama awal kehamilan sangat penting untuk memastikan perkembangan janin berjalan normal.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan dan peluang untuk menjalani kehamilan sehat di masa depan tetap terbuka.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================