
BOGORTODAY.COM – Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja yang menerpa industri pers dan derasnya arus hoaks yang menggerus kepercayaan publik, Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 hadir sebagai oase bagi para jurnalis foto untuk terus berkarya. Ajang penghargaan paling bergengsi bagi pewarta foto Indonesia itu digelar di Gedung Setda Pemerintah Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2026).
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengatakan, APFI 2026 diikuti ribuan karya foto dari ratusan fotografer anggota PFI maupun jurnalis warga.
“Foto yang mendaftar untuk APFI 2026 sebanyak 2.322 karya, tetapi yang lolos verifikasi hanya 1.831 karya dengan 127 fotografer anggota PFI dan 27 fotografer citizen journalist,” ujarnya.
Dwi berharap ajang ini menjadi oase bagi para jurnalis foto Indonesia untuk berkembang, terutama di tengah disrupsi digital, arus deras hoaks, dan industri media yang memprihatinkan, ditandai gelombang PHK wartawan serta perusahaan pers yang gulung tikar.
Dewan Juri APFI 2026 menganugerahkan penghargaan tertinggi, Alex dan Frans Mendur Trophy, APFI Photo of The Year, kepada jurnalis foto Fauzan untuk karya berjudul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob dalam kategori Foto Spot. Kategori Foto Cerita Spot diraih Edwin Putranto dari Republika lewat karya Desa Hilang Tersapu Banjir.
Dari kategori General News, foto tunggal dimenangkan Umarul Faruq dari LKBN Antara untuk karya Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny, sedangkan foto cerita diraih rekannya, Rivan Awal Lingga, lewat karya Kidung Sederhana di Tanah Bencana. Kategori People in the News foto tunggal diraih Jeprima WD dari Tribunnews.com dengan karya Tom Lembong Bebas, sementara foto cerita dimenangkan Adi Maulana Ibrahim dari CNN Indonesia untuk karya Mengantar Kepergian Affan Kurniawan.
Di kategori Nature & Environment, foto tunggal diraih Totok Wijayanto dari Harian Kompas lewat karya Kondisi Pascabanjir di Aceh Tamiang, dan foto cerita disabet Chaideer Mahyuddin dari AFP Biro Jakarta dengan karya The Last Hope. Kategori Art & Entertainment foto tunggal diraih Wahdi Septiawan dari LKBN Antara dengan karya Bekarang-Riang, sementara foto cerita dimenangkan Andry Denisah, juga dari LKBN Antara, untuk karya Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan.
Kategori Sport foto tunggal diraih Adryan Yoga dari Harian Kompas dengan karya Kutukan Marques di Mandalika, sedangkan foto cerita dimenangkan Agatha Capri lewat karya Dunia Singgah di Tanah Tertinggal. Adapun kategori Citizen diraih Fajar Samsumar untuk karya Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang hadir dalam acara tersebut menilai foto-foto yang dipamerkan memuat nilai lebih dari sekadar rekaman peristiwa.
“Banyak foto-foto yang tidak saja punya nilai-nilai yang sifatnya monumental, momen-momen langka yang terjadi dalam lintasan sejarah, seperti peristiwa kerusuhan di Jakarta di tahun lalu,” katanya.
Dari seluruh karya yang dipamerkan, Bima Arya mengaku paling tersentuh oleh foto sepasang orang tua yang menggendong anaknya saat bencana Semeru.
“Jadi foto itu buat saya yang paling menyentuh karena ada pesan tentang nilai-nilai kemanusiaan dari orang tua untuk anaknya,” ujarnya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















