
Sementara itu Petugas Satpol PP Surahman (sebelumnya ditulis Maman), mengakui bahwa dirinya memang telah menegur Bambang pada malam kejadian.
“Saya memang menegur namun tetap memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengambil gambar. Untuk itu saya secara pribadi mengucapkan permohonan maaf kepada rekan wartawan atas sikap saya,” ujar Surahman di hadapan para wartawan dan plt Kasatpol PP Kota Bogor.
Menanggapi permohonan maaf tersebut wartawan Time today, Bambang pun menerimanya dan berharap kejadian tersebut tak berulang kembali.
Seperti diberitakan insiden bermula ketika wartawan Time today, Bambang tengah mengambil foto pejabat yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di depan panggung utama.
Pihak protokol sebelumnya telah mengimbau seluruh awak media agar meliput dari jarak sekitar 20 meter dari panggung. Karena keterbatasan lensa kamera, Bambang terpaksa bergeser lebih dekat untuk mendapatkan gambar yang layak.
Baru mengambil tiga foto, seorang petugas Satpol PP mendatanginya dan memintanya berpindah ke ujung area peliputan dengan nada ketus.
Bambang menuruti permintaan itu, namun di lokasi baru ia kembali diminta petugas lain bernama Surahman yang memintanya menjauh lebih jauh dari panggung, meski kartu identitas pers sudah ditunjukkan.
Tak berselang lama, petugas ketiga di lokasi yang sama kembali memintanya mundur, dan membentak Bambang saat ia berusaha mengambil satu foto terakhir.*
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















