Program MBG Sukses Taklukkan Siswa yang Ogah Makan Sayuran

program MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah, kemeja putih) meninjau langsung pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelas SD Negeri 02 Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (11/5/2025). FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Tantangan mengajak anak-anak untuk mau makan sayuran selama ini kerap menjadi keluhan para orang tua. Namun program MBG (Makan Bergizi Gratis) perlahan membuktikan diri mampu mengubah keengganan itu. Siswa yang sebelumnya menolak sayuran kini mulai menyantapnya tanpa paksaan, bahkan menjadikannya bagian dari kebiasaan makan sehari-hari.

Perubahan itu terungkap saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melakukan inspeksi mendadak pendistribusian MBG di SD Negeri 02 Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2025).

Dalam kunjungan itu, Dadan mengaku menyaksikan langsung antusiasme siswa yang tinggi saat menu MBG dibagikan. Sejumlah siswa bahkan langsung menghabiskan makanan mereka begitu diterima.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

“Luar biasa, mereka sangat menantikan kegiatan seperti ini. Bagi mereka, ini sesuatu yang sangat bermanfaat,” ujar Dadan.

Dari pengamatan tersebut, Dadan mencatat satu perubahan yang ia anggap paling menggembirakan, banyak siswa yang semula enggan makan sayur kini justru menyukainya setelah rutin mendapat menu MBG.

“Ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur. Saya kira ini tren yang bagus,” katanya.

Merespons perubahan positif itu, BGN mendorong agar program ini semakin disesuaikan dengan selera siswa. Dadan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk aktif menampung usulan menu dari para siswa agar hidangan yang disajikan lebih tepat sasaran.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

“Nanti akan ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan, dan pihak SPPG wajib bertanya menurut apa yang mereka inginkan,” jelas Dadan.

Selain soal sayuran, BGN juga akan melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Bagi siswa tersebut, SPPG diwajibkan menyiapkan menu pengganti yang tetap memenuhi standar gizi.

“Nanti akan kami cek berapa orang yang tidak suka nasi. Itu akan diganti dengan menu yang lain,” ujarnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================