BOGORTODAY.COM – Minuman bersoda rendah kalori atau yang dikenal sebagai diet soda kini identik dengan pola hidup sehat. Produk berlabel “zero sugar”, “diet”, hingga “sugar free” semakin mudah ditemukan dan banyak dipilih oleh masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula harian.
Namun siapa sangka, minuman ini pada awalnya bukan dibuat untuk pasar umum. Diet soda ternyata pertama kali dikembangkan untuk kebutuhan medis, khususnya bagi pasien yang harus membatasi asupan gula.
Berawal dari Kebutuhan Penderita Diabetes
Sejarah diet soda dimulai sekitar akhir 1940-an hingga awal 1950-an saat produsen minuman mulai mencari alternatif pengganti gula. Pada masa itu, perhatian terhadap dampak konsumsi gula mulai meningkat, terutama bagi penderita diabetes.
Salah satu produk pelopor diet soda adalah minuman bernama No-Cal Ginger Ale yang dikembangkan oleh Hyman Kirsch melalui perusahaan Kirsch Beverages di Brooklyn, Amerika Serikat.
Produk tersebut menggunakan pemanis buatan cyclamate calcium sebagai pengganti gula. Menariknya, minuman ini awalnya dirancang khusus untuk pasien rumah sakit yang membutuhkan minuman rendah gula, bukan untuk dijual secara luas ke masyarakat.
Rasa Diet Soda Dulu Tidak Seenak Sekarang
Pada masa awal kemunculannya, diet soda belum memiliki rasa yang nyaman di lidah seperti produk modern saat ini. Banyak orang menganggap rasa minuman tersebut pahit dan menyerupai obat.
Meski begitu, popularitas minuman rendah kalori mulai meningkat ketika Royal Crown Cola memperkenalkan Diet Rite pada akhir 1950-an. Produk ini dianggap sebagai salah satu minuman cola diet pertama yang sukses di pasaran.
Berbeda dengan produk sebelumnya yang fokus untuk kebutuhan kesehatan, Diet Rite mulai dipromosikan sebagai minuman pendukung gaya hidup dan penjaga bentuk tubuh. Strategi pemasaran ini ternyata berhasil menarik perhatian masyarakat luas.
Coca-Cola dan Pepsi Ikut Meramaikan Pasar
Kesuksesan Diet Rite membuat perusahaan besar lain ikut masuk ke pasar minuman rendah kalori. Pada 1963, Coca-Cola meluncurkan produk diet pertamanya bernama Tab.
Nama tersebut berasal dari istilah “keeping tabs” yang berarti menjaga atau mengontrol sesuatu, termasuk berat badan. Tab kemudian menjadi salah satu diet soda paling populer di Amerika Serikat pada era 1970-an hingga 1980-an.
Tak lama berselang, Pepsi juga memperkenalkan Diet Pepsi untuk bersaing di segmen minuman rendah gula yang saat itu mulai berkembang pesat.
Pemanis Buatan Pernah Jadi Sorotan
Perjalanan diet soda tidak selalu mulus. Pada akhir 1960-an, penelitian menemukan bahwa cyclamate yang digunakan sebagai pemanis buatan diduga berkaitan dengan risiko kanker pada tikus laboratorium.
Temuan tersebut membuat pemerintah Amerika Serikat melarang penggunaan cyclamate dalam makanan dan minuman pada tahun 1970.
Sejak saat itu, banyak produsen mengganti pemanis buatan dengan bahan lain seperti saccharin dan aspartame yang dinilai memiliki rasa lebih mendekati gula asli.
Jadi Bagian dari Gaya Hidup Masa Kini
Kini, diet soda telah berubah dari minuman khusus kebutuhan medis menjadi bagian dari tren gaya hidup modern. Banyak orang memilih minuman rendah gula sebagai alternatif untuk mengurangi asupan kalori tanpa harus meninggalkan sensasi soda yang menyegarkan.
Meski begitu, konsumsi diet soda tetap dianjurkan secara bijak dan seimbang sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















