Musim Pendakian Everest 2026 Dibuka, Ancaman Longsoran Es Bayangi Para Pendaki

Everest
Musim Pendakian Everest 2026 Dibuka, Ancaman Longsoran Es Bayangi Para Pendaki. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Musim pendakian Gunung Everest tahun 2026 resmi dimulai. Meski berbagai ancaman berbahaya membayangi jalur utama menuju puncak, ratusan pendaki dari berbagai negara tetap memadati Base Camp demi mewujudkan impian menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.

Saat ini, sekitar 410 pendaki internasional bersama jumlah serupa pemandu lokal atau Sherpa telah berkumpul di kawasan Base Camp Everest yang berada di ketinggian sekitar 5.300 meter di atas permukaan laut. Mereka bersiap memanfaatkan cuaca cerah pada bulan Mei untuk melakukan pendakian menuju puncak setinggi 8.850 meter.

Jalur Pendakian Diwarnai Ancaman Serac

BACA JUGA :  Bupati Bogor Cup 2026 Jadi Wadah Pemersatu dan Perekat Kekompakan Wartawan Kota dan Kabupaten

Pembukaan jalur pendakian tahun ini sempat mengalami keterlambatan akibat munculnya serac atau bongkahan es raksasa di kawasan Khumbu Icefall. Area tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling berbahaya dalam pendakian Everest karena kondisi gletser yang terus bergerak dan rawan longsor.

Tim pembuka jalur yang dikenal dengan sebutan “Icefall Doctors” terpaksa membuat lintasan baru yang melintas tepat di bawah bongkahan es besar penuh retakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran banyak pihak karena serac tersebut bisa runtuh sewaktu-waktu.

Komite lingkungan Nepal, SPCC, bahkan mengeluarkan peringatan resmi agar seluruh pendaki dan operator ekspedisi meningkatkan kewaspadaan selama melintasi area tersebut.

BACA JUGA :  Menikmati Hidangan Bersantan Tanpa Cemas: Panduan Batas Aman dan Risiko Kesehatannya

Khumbu Icefall Jadi Titik Paling Mematikan

Khumbu Icefall selama ini dikenal sebagai bagian paling mematikan di jalur Everest sisi Nepal. Pergerakan es yang tidak stabil membuat longsoran salju dan runtuhan bongkahan es bisa terjadi kapan saja.

Pemandu gunung internasional, Lukas Furtenbach, mengakui jalur pendakian tahun ini jauh lebih menantang dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, risiko yang dihadapi para pendaki kali ini lebih besar karena kondisi jalur yang terbuka dan kompleks.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================