BOGORTODAY.COM – Musim pendakian Gunung Everest tahun 2026 resmi dimulai. Meski berbagai ancaman berbahaya membayangi jalur utama menuju puncak, ratusan pendaki dari berbagai negara tetap memadati Base Camp demi mewujudkan impian menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.
Saat ini, sekitar 410 pendaki internasional bersama jumlah serupa pemandu lokal atau Sherpa telah berkumpul di kawasan Base Camp Everest yang berada di ketinggian sekitar 5.300 meter di atas permukaan laut. Mereka bersiap memanfaatkan cuaca cerah pada bulan Mei untuk melakukan pendakian menuju puncak setinggi 8.850 meter.
Jalur Pendakian Diwarnai Ancaman Serac
Pembukaan jalur pendakian tahun ini sempat mengalami keterlambatan akibat munculnya serac atau bongkahan es raksasa di kawasan Khumbu Icefall. Area tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling berbahaya dalam pendakian Everest karena kondisi gletser yang terus bergerak dan rawan longsor.
Tim pembuka jalur yang dikenal dengan sebutan “Icefall Doctors” terpaksa membuat lintasan baru yang melintas tepat di bawah bongkahan es besar penuh retakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran banyak pihak karena serac tersebut bisa runtuh sewaktu-waktu.
Komite lingkungan Nepal, SPCC, bahkan mengeluarkan peringatan resmi agar seluruh pendaki dan operator ekspedisi meningkatkan kewaspadaan selama melintasi area tersebut.
Khumbu Icefall Jadi Titik Paling Mematikan
Khumbu Icefall selama ini dikenal sebagai bagian paling mematikan di jalur Everest sisi Nepal. Pergerakan es yang tidak stabil membuat longsoran salju dan runtuhan bongkahan es bisa terjadi kapan saja.
Pemandu gunung internasional, Lukas Furtenbach, mengakui jalur pendakian tahun ini jauh lebih menantang dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, risiko yang dihadapi para pendaki kali ini lebih besar karena kondisi jalur yang terbuka dan kompleks.
Untuk mengurangi potensi kecelakaan, sejumlah tim ekspedisi menerapkan aturan ketat. Salah satunya dengan mengurangi beban logistik agar pendaki bisa bergerak lebih cepat saat melewati area rawan.
Selain itu, penyeberangan Khumbu Icefall hanya dilakukan pada pagi hari ketika suhu masih dingin sehingga struktur es dinilai lebih stabil.
Biaya Pendakian Naik, Minat Tetap Tinggi
Meski biaya ekspedisi Everest mengalami kenaikan akibat situasi global dan meningkatnya tarif izin pendakian dari pemerintah Nepal, minat pendaki ternyata tidak menurun.
Beberapa operator ekspedisi menyebut adanya perubahan komposisi pendaki tahun ini. Jumlah peserta dari Amerika Serikat dan Eropa dilaporkan menurun, sementara pendaki asal negara-negara Asia justru meningkat cukup signifikan.
Penutupan jalur pendakian Everest sisi utara yang berada di wilayah China juga membuat seluruh aktivitas pendakian kini terpusat di jalur selatan melalui Nepal.
Everest Tetap Jadi Magnet Pendaki Dunia
Meski penuh risiko, Gunung Everest masih menjadi simbol tantangan tertinggi bagi para pendaki dunia. Kombinasi adrenalin, prestise, dan impian mencapai “atap dunia” membuat banyak orang tetap rela menghadapi bahaya ekstrem demi mencapai puncaknya.
Namun di balik ambisi tersebut, keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Para pendaki diingatkan untuk selalu mengikuti arahan Sherpa berpengalaman serta memperhatikan kondisi cuaca dan stabilitas jalur sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak Everest.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















