Mengenal Pregnancy Nose, Perubahan Bentuk Hidung yang Sering Dialami Ibu Hamil

Pregnancy Nose
Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Masa kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh perempuan. Selain perut yang semakin membesar dan perubahan hormon yang memengaruhi kondisi kulit, sebagian ibu hamil juga mengalami perubahan pada bentuk wajah, termasuk hidung.

Belakangan ini, istilah “pregnancy nose” ramai dibicarakan di media sosial. Banyak ibu hamil membagikan pengalaman tentang hidung yang tampak lebih besar, melebar, atau membulat selama masa kehamilan.

Kondisi ini sering membuat sebagian perempuan merasa khawatir dan bertanya-tanya apakah perubahan tersebut normal.

Secara medis, pregnancy nose memang bisa terjadi dan umumnya bukan kondisi berbahaya.

Apa Itu Pregnancy Nose?

Pregnancy nose adalah kondisi ketika jaringan di area hidung mengalami pembengkakan selama kehamilan. Perubahan ini terjadi akibat peningkatan hormon dan aliran darah dalam tubuh ibu hamil.

Saat hamil, tubuh memproduksi hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah lebih tinggi. Hormon tersebut menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke berbagai bagian tubuh, termasuk wajah dan hidung.

Akibatnya, jaringan lunak di hidung menjadi lebih bengkak sehingga bentuk hidung tampak berbeda dibandingkan sebelum hamil.

Mengapa Hidung Bisa Membesar Saat Hamil?

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan perubahan bentuk hidung selama masa kehamilan.

  1. Perubahan Hormon

Lonjakan hormon kehamilan membuat pembuluh darah melebar. Kondisi ini menyebabkan area hidung menerima lebih banyak aliran darah sehingga jaringan di sekitarnya tampak membengkak.

  1. Retensi Cairan
BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Tubuh ibu hamil cenderung menahan lebih banyak cairan untuk mendukung perkembangan janin. Penumpukan cairan ini dapat memicu pembengkakan di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, wajah, dan hidung.

  1. Peningkatan Volume Darah

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh dapat meningkat cukup signifikan. Tekanan tambahan pada pembuluh darah kecil di area hidung membuat hidung terlihat lebih besar atau melebar.

Gejala yang Sering Muncul

Selain perubahan bentuk hidung, ibu hamil juga sering mengalami kondisi yang dikenal sebagai pregnancy rhinitis.

Gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Hidung tersumbat
  • Bersin-bersin
  • Pilek tanpa flu
  • Sulit bernapas melalui hidung
  • Area hidung terasa lebih sensitif

Kondisi ini bisa terjadi pada trimester mana pun dan biasanya dipicu oleh perubahan hormon selama kehamilan.

Cara Mengurangi Ketidaknyamanan Akibat Pregnancy Nose

Meski tergolong normal, pregnancy nose terkadang membuat ibu hamil merasa kurang nyaman, terutama jika hidung tersumbat atau wajah tampak lebih bengkak.

Berikut beberapa cara yang dapat membantu meredakannya:

Kompres Dingin

Mengompres area hidung dengan kain dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan sementara.

Kurangi Konsumsi Garam

Makanan tinggi garam dapat memperparah retensi cairan dalam tubuh. Mengurangi asupan natrium membantu mengurangi pembengkakan.

Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Menggunakan bantal tambahan saat tidur dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di area wajah.

Perbanyak Minum Air

Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu sirkulasi darah dan mengurangi retensi cairan berlebihan.

Gunakan Humidifier

Udara yang lembap dapat membantu melegakan saluran pernapasan dan mengurangi rasa tersumbat pada hidung.

Apakah Pregnancy Nose Berbahaya?

Secara umum, pregnancy nose bukan kondisi berbahaya. Perubahan ini bersifat sementara dan biasanya akan membaik setelah melahirkan ketika kadar hormon kembali normal.

Namun, ibu hamil tetap perlu waspada jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan, terutama bila disertai gejala lain seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala berat
  • Gangguan penglihatan
  • Pembengkakan ekstrem pada wajah dan tangan

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang membutuhkan penanganan medis segera.

Pregnancy nose merupakan perubahan fisik yang cukup umum terjadi selama kehamilan akibat peningkatan hormon, retensi cairan, dan bertambahnya volume darah. Kondisi ini dapat membuat hidung terlihat lebih besar atau membengkak sementara waktu.

Meski sering menimbulkan rasa tidak nyaman, pregnancy nose umumnya tidak berbahaya dan akan kembali normal setelah persalinan. Namun, jika pembengkakan disertai gejala serius lainnya, ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan tetap aman.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================