
Beberapa penelitian lain juga menemukan adanya bakteri seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, hingga Shigella pada spons dapur yang digunakan terlalu lama.
Spons yang Dibersihkan Belum Tentu Bebas Kuman
Menariknya, spons yang rutin dicuci atau didesinfeksi belum tentu benar-benar steril. Dalam beberapa kasus, bakteri tertentu justru mampu bertahan dan beradaptasi setelah proses pembersihan.
Hal ini terjadi karena sebagian mikroba memiliki ketahanan terhadap kondisi ekstrem, termasuk paparan sabun atau cairan pembersih tertentu. Karena itu, hanya mencuci spons tanpa menggantinya secara berkala dinilai kurang efektif.
Cara Mengurangi Risiko Bakteri pada Spons
Agar spons dapur tidak menjadi sumber penyebaran kuman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Bilas spons hingga bersih setelah digunakan
- Peras dan keringkan spons agar tidak lembap terlalu lama
- Hindari menggunakan satu spons untuk berbagai area berbeda
- Ganti spons secara rutin, terutama jika sudah berbau atau rusak
- Jangan menyimpan spons dalam kondisi basah terus-menerus
Jika spons mulai berubah warna, mudah hancur, atau mengeluarkan aroma tidak sedap, sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
Menjaga kebersihan spons dapur mungkin terlihat sepele, tetapi langkah ini penting untuk membantu menjaga kebersihan peralatan makan dan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















