Spons Dapur Ternyata Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Penjelasannya

BOGORTODAY.COM Spons dapur merupakan perlengkapan rumah tangga yang hampir selalu digunakan setiap hari. Meski tampak sederhana dan bersih secara kasat mata, benda kecil ini ternyata dapat menjadi salah satu tempat paling kotor di rumah.

Beberapa penelitian mengungkap bahwa spons bekas mencuci piring mampu menyimpan miliaran bakteri di dalam pori-porinya. Jumlah mikroorganisme yang ditemukan bahkan disebut setara dengan konsentrasi bakteri pada sampel limbah biologis tertentu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada 2017 menemukan bahwa bakteri tidak hanya berada di permukaan spons, tetapi juga berkembang hingga ke bagian dalam. Mikroba tersebut membentuk biofilm, yakni lapisan bakteri yang membuat mereka lebih sulit dihilangkan meski spons sudah dibersihkan.

Para peneliti mencatat kepadatan bakteri pada spons dapur bisa mencapai puluhan miliar sel dalam ukuran kecil spons. Kondisi lembap dan sering terkena sisa makanan menjadikan spons sebagai tempat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Mengandung Ratusan Jenis Bakteri

Tak hanya jumlahnya yang tinggi, variasi bakteri dalam spons dapur juga sangat beragam. Penelitian menemukan ratusan jenis bakteri hidup di dalam spons bekas pakai, termasuk beberapa kelompok bakteri yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia.

Lingkungan spons yang hangat dan lembap membuat bakteri mudah berkembang biak dengan cepat. Apalagi jika spons jarang dikeringkan atau digunakan untuk membersihkan banyak permukaan berbeda, seperti meja dapur, wastafel, hingga peralatan makan.

Beberapa penelitian lain juga menemukan adanya bakteri seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, hingga Shigella pada spons dapur yang digunakan terlalu lama.

Spons yang Dibersihkan Belum Tentu Bebas Kuman

Menariknya, spons yang rutin dicuci atau didesinfeksi belum tentu benar-benar steril. Dalam beberapa kasus, bakteri tertentu justru mampu bertahan dan beradaptasi setelah proses pembersihan.

Hal ini terjadi karena sebagian mikroba memiliki ketahanan terhadap kondisi ekstrem, termasuk paparan sabun atau cairan pembersih tertentu. Karena itu, hanya mencuci spons tanpa menggantinya secara berkala dinilai kurang efektif.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Cara Mengurangi Risiko Bakteri pada Spons

Agar spons dapur tidak menjadi sumber penyebaran kuman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Bilas spons hingga bersih setelah digunakan
  • Peras dan keringkan spons agar tidak lembap terlalu lama
  • Hindari menggunakan satu spons untuk berbagai area berbeda
  • Ganti spons secara rutin, terutama jika sudah berbau atau rusak
  • Jangan menyimpan spons dalam kondisi basah terus-menerus

Jika spons mulai berubah warna, mudah hancur, atau mengeluarkan aroma tidak sedap, sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

Menjaga kebersihan spons dapur mungkin terlihat sepele, tetapi langkah ini penting untuk membantu menjaga kebersihan peralatan makan dan kesehatan seluruh anggota keluarga.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================