
Di tempat yang sama, Ketua RT 01 RW 19 Katulampa, Mada Arditia membeberkan bahwa pembangunan Hotel Prima yang merupakan hasil pengambilalihan eks Bumi Katulampa telah berlangsung sejak Juli 2025. Namun, hingga kini pihak manajemen hotel terkesan menutup diri.
“Kami sudah berulang kali meminta pertemuan dengan manajemen, tapi tidak pernah terealisasi. Bahkan, saat pihak kelurahan mengundang pengembang pada 6 Mei lalu, perwakilan mereka tidak ada yang hadir hingga acara selesai,” ungkap Mada.
Saat ini, progres pembangunan fisik hotel diperkirakan sudah mencapai 70 persen karena memanfaatkan struktur bangunan lama yang sebelumnya terbengkalai. Warga mulai mengeluhkan kebisingan, polusi, serta ancaman kemacetan di akses jalan utama Katulampa.
“Kondisi jalan saat ini saja sudah padat setiap pagi dan sore, apalagi jika nanti hotel sudah beroperasi. Itu kekhawatiran utama kami. Intinya kami ingin ada kejelasan dan sinergi, bukan sekadar membangun tanpa memperhatikan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Warga berharap DPRD Kota Bogor dapat menjadi fasilitator yang menjembatani pertemuan dengan pihak investor agar ada solusi konkret atas dampak pembangunan tersebut.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















