
Ia meminta seluruh warga Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual dan muntah, nyeri perut, serta batuk dan sesak napas diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Pada beberapa kasus, infeksi virus hanta dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang memerlukan penanganan medis segera,” papar Fusia.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes menganjurkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke dalam rumah, dan menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering. Kotoran tikus disarankan disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik,” tuntasnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















