
BOGORTODAY.COM – Rumah Sakit (RS) UMMI Kota Bogor menggelar acara puncak perayaan Milad ke-13 bertema “Sinergi, Inovatif, dan Tulus untuk Melayani” di Lapangan Sempur, Minggu (17/5/2026). Selain memadukan kegiatan Fun Run 5 km dan edukasi kesehatan, momentum ini ditandai dengan Launching Layanan Kateterisasi (Cath Lab) Pasien JKN RS UMMI.
Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr. Najib Askar, MARS, CPML, menjelaskan bahwa pada milad ini manajemen memberikan hadiah umrah kepada 10 karyawan terpilih berdasarkan masa kerja, performa, dan kedisiplinan.
“Ini merupakan program rutin tahunan RS UMMI untuk mengapresiasi karyawan yang loyal. Dari 10 orang tersebut, 7 dari tenaga medis dan 3 dari non-medis. Porsi ini sesuai struktur internal kami, di mana 70 persen total karyawan merupakan tenaga kesehatan,” ujar dr. Najib.
Terkait layanan Cath Lab, dr. Najib mengungkapkan hasil audiensinya dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat, dr. Ali Ghufron. Diputuskan bahwa untuk kondisi emergensi, pasien JKN akan ditanggung secara penuh.
“Di momentum milad inilah kami lakukan launching layanan dengan penandatanganan bersama dari pihak Pemkot, BPJS Kesehatan, dan DPRD Kota Bogor. Harapannya, ke depan layanan ini tidak hanya untuk kasus emergensi saja, tapi bisa untuk kasus-kasus elektif,” kata dr. Najib.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena sangat menyambut baik inovasi ini karena sangat selaras dengan program prioritas pemerintah yang fokus pada layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU).
“Adanya layanan ini di RS UMMI harapannya bisa mengatasi kasus jantung, terutama yang sifatnya life saving (penyelamatan nyawa). Data evidence-based kami menunjukkan memang masih dibutuhkan tambahan layanan jantung di Kota Bogor karena adanya antrean rujukan dari wilayah Bogor Raya,” jelas dr. Erna.
Sementara itu, Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan KC Bogor, Rizal Ashari Nampira, memastikan alur akselerasi bagi pasien darurat jantung (prosedur PCI) sudah berjalan baik berkat sinergi dengan Dinkes dan Disdukcapil melalui skema UHC atau PBI. Pasien yang menunggak iuran mandiri pun tetap akan dilayani saat kondisi darurat.
Jika masyarakat menemui kendala di IGD, Rizal mengimbau untuk melapor ke nomor 1500491, aplikasi Pandawa, atau menemui petugas BPJS SATU di rumah sakit. Namun, ia memberi peringatan keras terkait tren penyalahgunaan kartu milik orang lain.
“Tolong jangan gunakan nomor kartu yang bukan hak miliknya. Karena kalau, amit-amit misalkan, yang dibantu itu meninggal sementara pemilik kartu asli masih hidup, itu akan repot ke depannya dan pasti terdeteksi,” tegas Rizal.
Dukungan penuh juga datang dari Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Endah Purwati. Ia menyebut layanan ini menjadi ikhtiar penting demi menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan jantung di IGD, merefleksikan kasus salah satu staf DPRD yang baru saja meninggal akibat telat tertolong.
“Karena saya bukan dokter, saya tidak tahu persis langkahnya, tapi kasus ini mengancam jiwa. Artinya, life time-nya ditentukan oleh waktu. Kalau dalam 10 menit tidak dilakukan penanganan operasi, maka akan ada pasien yang meninggal di IGD,” tutur Endah.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














