Disdik Kota Bogor Minta Perpisahan Siswa Digelar di Sekolah

Herry menjelaskan bahwa mayoritas SMP Negeri di Kota Bogor dipastikan memiliki fasilitas yang memadai, baik berupa ruang aula maupun lapangan terbuka yang representatif untuk menggelar acara internal.

“Paling hanya SMP Negeri 1 Kota Bogor saja yang areanya terbatas, karena harus berbagi lapangan dengan SMA Negeri 1 Kota Bogor. Namun, itu pun sebenarnya bisa disiasati di dalam ruangan kelas atau mengoptimalkan area terbuka yang tersedia,” jelasnya.

Kendati demikian, Herry memberikan kelonggaran bagi sekolah-sekolah swasta yang memiliki keterbatasan ruang atau fasilitas untuk memanfaatkan lokasi di luar sekolah. Namun, ia memberikan catatan tebal agar pemilihan tempat luar tersebut tidak menjadi ajang komersialisasi.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

“Kalau ada sekolah yang terpaksa menggunakan tempat lain karena ruangannya kecil atau fasilitasnya sangat terbatas, itu tidak apa-apa. Namun, poin intinya adalah jangan sampai pilihan tersebut memberatkan orang tua siswa,” tegas Herry.

Di akhir penjelasannya, Herry menekankan larangan keras bagi pihak sekolah maupun komite untuk melakukan pungutan atau menarik iuran tambahan yang jamak dikeluhkan wali murid menjelang kelulusan.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

“Jangan ada pungutan dan iuran tambahan yang membuat orang tua siswa terbebani. Apalagi sekarang untuk urusan makan dan minum siswa sudah ditopang oleh program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Jadi, kalau acara diadakan di sekolah, biaya yang dibutuhkan sebenarnya sangat sedikit,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================