Mengenal Anxious Attachment: Saat Rasa Cemas dalam Hubungan Terasa Berlebihan

Anxious Attachment
Mengenal Anxious Attachment: Saat Rasa Cemas dalam Hubungan Terasa Berlebihan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pernah merasa sangat gelisah ketika pasangan tidak membalas pesan, pergi jauh, atau terlihat kurang perhatian? Kondisi tersebut bisa jadi berkaitan dengan anxious attachment, yaitu pola keterikatan emosional yang membuat seseorang merasa tidak aman dalam hubungan.

Apa itu Anxious Attachment?

Anxious attachment adalah gaya kelekatan emosional ketika seseorang cenderung takut ditinggalkan, diabaikan, atau tidak dicintai dalam hubungan. Akibatnya, muncul kebutuhan yang besar untuk terus mendapatkan kepastian bahwa dirinya masih dicintai dan dianggap penting.

Orang dengan pola ini sering kali merasa ragu terhadap nilai dirinya sendiri dalam hubungan, sehingga sangat bergantung pada respons dan perhatian pasangan.

Penyebab Anxious Attachment

Berdasarkan berbagai kajian psikologi, salah satunya dari WebMD, pola ini umumnya terbentuk sejak masa kanak-kanak, terutama akibat pola pengasuhan yang tidak konsisten.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi antara lain:

  • Pengalaman trauma emosional
  • Kebutuhan emosional yang sering diabaikan
  • Perpisahan dini dengan orang tua atau pengasuh
  • Pola asuh yang tidak stabil (kadang perhatian, kadang diabaikan)
  • Pengasuh yang kurang siap secara emosional
  • Orang tua yang mengalami gangguan seperti depresi
BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Tanda-Tanda Anxious Attachment

Seseorang dengan anxious attachment biasanya menunjukkan beberapa perilaku berikut, sebagaimana dijelaskan oleh Cleveland Clinic:

  • Terlalu fokus pada pasangan dan mengabaikan kebutuhan pribadi
  • Takut ditolak atau ditinggalkan
  • Sering meragukan nilai diri sendiri
  • Membutuhkan validasi terus-menerus dari pasangan
  • Mudah cemas dalam hubungan
  • Rasa cemburu yang berlebihan
  • Kesulitan menetapkan batasan yang sehat
  • Sulit memahami dan mengelola emosi sendiri

Cara Mengatasi Anxious Attachment

Meski terasa mengganggu, pola ini dapat dikelola dan diperbaiki dengan langkah yang tepat.

  1. Mengenali pemicu kecemasan

Langkah awal adalah memahami situasi apa yang memicu rasa cemas. Misalnya, saat pasangan tidak merespons pesan atau terlihat menjauh. Dengan mencatat pola ini, seseorang bisa mulai memahami akar emosinya, termasuk apakah berkaitan dengan pengalaman masa lalu.

  1. Mengomunikasikan perasaan dengan pasangan

Komunikasi yang sehat sangat penting dalam hubungan. Ungkapkan perasaan dengan jujur tanpa menyalahkan pasangan.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Gunakan kalimat yang berfokus pada diri sendiri, seperti “Aku merasa cemas ketika…” dibandingkan “Kamu membuatku cemas…”, agar komunikasi tetap sehat dan tidak memicu konflik.

  1. Membangun rasa percaya diri

Jangan menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya pada pasangan. Cobalah mengembangkan aktivitas yang memberi kepuasan pribadi seperti hobi, olahraga, atau kegiatan sosial. Hal ini membantu memperkuat identitas diri dan mengurangi ketergantungan emosional.

  1. Menetapkan batasan yang sehat

Batasan dalam hubungan penting untuk menjaga keseimbangan emosional. Belajar kapan harus memberi ruang bagi pasangan dan kapan harus menjaga jarak emosional akan membantu hubungan menjadi lebih stabil.

Anxious attachment adalah pola keterikatan yang membuat seseorang mudah cemas dalam hubungan, namun kondisi ini bukan sesuatu yang tidak bisa diubah. Dengan kesadaran diri, komunikasi yang baik, dan penguatan diri, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan seimbang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================