
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan, sehingga manfaat dari edukasi kesehatan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tutur Utami.
Apresiasi mendalam juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah KB Tarbiyatul Falah, Endeh Badar Sa’adah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena memberikan pengalaman belajar yang rill dan segar bagi para siswanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan GAA, Maya Nurindrasari, S.Pd., menekankan pentingnya metode penyampaian yang kreatif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak.
“Edukasi kesehatan untuk anak-anak memang perlu dikemas secara kreatif agar informasinya mudah dipahami dan bisa langsung mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Maya.
Dari sisi dunia usaha, Perwakilan PT INAKO, Andreas Dimas Styawan, S.T., menyatakan kebanggaannya dapat terlibat langsung dalam mengampanyekan gaya hidup sehat kepada anak-anak melalui produk yang edukatif.
“Kami sangat senang dapat berkontribusi dalam mengenalkan camilan sehat tinggi serat yang disukai anak-anak melalui kegiatan edukatif bersama ini,” kata Andreas.
Awal dari Program “GAA Goes to School” 2026
Kegiatan di KB Tarbiyatul Falah ini menjadi pilot project atau bagian awal dari program besar bertajuk “GAA Goes to School”. Program ini direncanakan akan menyasar sejumlah PAUD dan KB lainnya di wilayah Kecamatan Leuwiliang dan sekitarnya sepanjang tahun 2026.
Sinergi rill antara fasilitas kesehatan, komunitas pendidikan, dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjadi role model dalam mendukung terciptanya generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan ceria.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















