BOGORTODAY.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kondisi daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga hingga April 2026. Salah satu indikator yang menunjukkan hal tersebut adalah meningkatnya penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KITA edisi April 2026 yang digelar pada Selasa (19/5/2026), di mana ia menilai sektor otomotif masih menunjukkan tren positif setelah sebelumnya sempat mengalami pelemahan.
Penjualan Kendaraan Mengalami Kenaikan
Menurut Purbaya, penjualan mobil dan motor pada April mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa penjualan mobil meningkat sekitar 55 persen, sementara penjualan sepeda motor naik sekitar 28,1 persen. Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa konsumsi masyarakat masih cukup kuat.
Data industri otomotif juga memperlihatkan tren serupa, di mana aktivitas pembelian kendaraan kembali meningkat setelah sempat melambat pada periode sebelumnya.
Data Penjualan Mobil Nasional
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada April 2026 mencapai 80.776 unit.
Angka tersebut meningkat sekitar 31,8 persen dibandingkan bulan Maret. Sementara itu, penjualan ritel juga mengalami kenaikan sekitar 30,2 persen dengan total 75.730 unit.
Secara kumulatif, penjualan mobil dari Januari hingga April 2026 mencapai 289.787 unit, tumbuh sekitar 12,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga naik 6,9 persen menjadi 287.581 unit.
Penjualan Sepeda Motor Juga Tumbuh
Dari sektor roda dua, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor pada April mencapai 520.972 unit.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 13,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara total, penjualan sepeda motor selama Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 2.135.063 unit.
Pemerintah Siapkan Insentif Kendaraan Listrik
Purbaya juga optimistis penjualan kendaraan akan kembali meningkat pada bulan Juni 2026. Hal ini didorong oleh rencana pemerintah yang akan memberikan insentif untuk kendaraan listrik.
Program tersebut mencakup kuota sebanyak 200 ribu unit, terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik.
Untuk mobil listrik, pemerintah akan memberikan insentif berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) dengan besaran hingga 40–100 persen, tergantung kandungan bahan baku baterai berbasis nikel.
Sementara itu, untuk sepeda motor listrik, masyarakat akan mendapatkan subsidi sebesar Rp5 juta per unit.
Dorongan untuk Stimulus Ekonomi
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian nasional, khususnya sektor otomotif dan industri pendukungnya.
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa insentif tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus agar konsumsi masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi terus bergerak positif.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















