Doa dan Dzikir 10 Hari Pertama Zulhijah Beserta Amalan yang Dianjurkan

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ…

Latin:
Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. Allâhumma mâ ‘amiltu fî hâdzihis sanati…

Artinya:
“Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan selama tahun ini, baik yang Engkau larang maupun yang belum aku sesali, maka ampunilah aku. Terimalah amal-amal baik yang telah aku lakukan dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu.”

Doa tersebut dibaca dengan penuh harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu dan menerima amal kebaikan yang telah dilakukan.

Amalan Utama 10 Hari Pertama Zulhijah

  1. Puasa Sunnah Awal Zulhijah

Puasa sunnah pada sembilan hari pertama Zulhijah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW diketahui biasa menjalankan puasa pada hari-hari tersebut sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Puasa ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan kualitas spiritual seseorang.

  1. Memperbanyak Sedekah
BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

Sedekah menjadi amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, namun pahalanya akan semakin besar ketika dilakukan pada hari-hari istimewa seperti awal Zulhijah.

Berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan dapat menghadirkan keberkahan, mempererat kepedulian sosial, dan membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Bentuk sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa melalui makanan, tenaga, maupun bantuan lainnya.

  1. Menjalankan Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum Idul Adha. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan luar biasa, yaitu dihapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

Namun, puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di Padang Arafah karena mereka membutuhkan kondisi fisik yang kuat untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya.

  1. Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah

Bulan Zulhijah identik dengan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

BACA JUGA :  Kemensos Usulkan Lansia dan Disabilitas Masuk Program MBG

Bagi yang memiliki kemampuan fisik dan finansial, haji menjadi kewajiban yang harus ditunaikan sekali seumur hidup. Selain haji, ibadah umrah juga menjadi salah satu amalan yang baik dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

  1. Berkurban di Hari Idul Adha

Pada tanggal 10 Zulhijah, umat Islam merayakan Idul Adha yang juga dikenal sebagai hari raya kurban. Umat Muslim dianjurkan menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketakwaan dan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.

Selain bernilai ibadah, kurban juga mengandung nilai sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Sepuluh hari pertama Zulhijah merupakan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Dengan memperbanyak dzikir, doa, puasa sunnah, sedekah, hingga berkurban, seorang Muslim dapat meraih pahala besar dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Momentum istimewa ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menambah bekal amal untuk kehidupan akhirat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================