Doa dan Dzikir 10 Hari Pertama Zulhijah Beserta Amalan yang Dianjurkan

Dzikir
Doa dan Dzikir 10 Hari Pertama Zulhijah Beserta Amalan yang Dianjurkan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Bulan Zulhijah menjadi salah satu waktu istimewa bagi umat Islam. Terutama pada 10 hari pertama, banyak ulama menjelaskan bahwa hari-hari tersebut memiliki keutamaan besar dan menjadi momen terbaik untuk memperbanyak amal ibadah.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa amal saleh yang dilakukan pada awal Zulhijah sangat dicintai oleh Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, puasa sunnah, sedekah, hingga ibadah kurban. Selain mendatangkan pahala, amalan-amalan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keutamaan Dzikir di Awal Zulhijah

Dzikir merupakan amalan ringan tetapi memiliki pahala yang besar. Pada 10 hari pertama Zulhijah, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, tahlil, tasbih, dan istigfar.

Kalimat-kalimat dzikir tersebut termasuk kalimat thayyibah yang dapat menenangkan hati serta mengingatkan manusia akan kebesaran Allah SWT. Tidak hanya dilakukan pada bulan Zulhijah, dzikir juga sebaiknya menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan seorang Muslim.

Berikut beberapa bacaan dzikir yang dianjurkan:

  1. Bacaan Takbir

اَللّٰهُ أَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar
Artinya: Allah Maha Besar.

  1. Bacaan Tahmid

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

Latin: Alhamdulillāh
Artinya: Segala puji bagi Allah.

  1. Bacaan Tahlil

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Latin: Lā ilāha illallāh
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

Doa yang Dianjurkan Saat Memasuki Zulhijah

Selain dzikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada awal Zulhijah. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah doa akhir tahun Hijriah yang dibaca sebagai bentuk introspeksi dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Doa Akhir Tahun Hijriah

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ…

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Latin:
Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. Allâhumma mâ ‘amiltu fî hâdzihis sanati…

Artinya:
“Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan selama tahun ini, baik yang Engkau larang maupun yang belum aku sesali, maka ampunilah aku. Terimalah amal-amal baik yang telah aku lakukan dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu.”

Doa tersebut dibaca dengan penuh harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu dan menerima amal kebaikan yang telah dilakukan.

Amalan Utama 10 Hari Pertama Zulhijah

  1. Puasa Sunnah Awal Zulhijah

Puasa sunnah pada sembilan hari pertama Zulhijah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW diketahui biasa menjalankan puasa pada hari-hari tersebut sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Puasa ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan kualitas spiritual seseorang.

  1. Memperbanyak Sedekah

Sedekah menjadi amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, namun pahalanya akan semakin besar ketika dilakukan pada hari-hari istimewa seperti awal Zulhijah.

Berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan dapat menghadirkan keberkahan, mempererat kepedulian sosial, dan membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Bentuk sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa melalui makanan, tenaga, maupun bantuan lainnya.

  1. Menjalankan Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum Idul Adha. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan luar biasa, yaitu dihapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

Namun, puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di Padang Arafah karena mereka membutuhkan kondisi fisik yang kuat untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya.

  1. Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah

Bulan Zulhijah identik dengan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Bagi yang memiliki kemampuan fisik dan finansial, haji menjadi kewajiban yang harus ditunaikan sekali seumur hidup. Selain haji, ibadah umrah juga menjadi salah satu amalan yang baik dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

  1. Berkurban di Hari Idul Adha

Pada tanggal 10 Zulhijah, umat Islam merayakan Idul Adha yang juga dikenal sebagai hari raya kurban. Umat Muslim dianjurkan menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketakwaan dan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.

Selain bernilai ibadah, kurban juga mengandung nilai sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Sepuluh hari pertama Zulhijah merupakan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Dengan memperbanyak dzikir, doa, puasa sunnah, sedekah, hingga berkurban, seorang Muslim dapat meraih pahala besar dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Momentum istimewa ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menambah bekal amal untuk kehidupan akhirat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================