Kemenperin Dorong IKM Susu Bogor Naik Kelas

Kemenperin
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, meninjau proses produksi olahan susu saat kunjungan kerja ke PT Bogor Sari Nutrisi (BSN) di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan daya saing industri kecil dan menengah sektor pangan melalui peningkatan kualitas produk dan kapasitas usaha. FOTO: BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor pengolahan susu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin RI, Reni Yanita, saat mengunjungi PT Bogor Sari Nutrisi (BSN) di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (21/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Reni meninjau langsung proses produksi berbagai produk turunan susu yang dihasilkan perusahaan tersebut, mulai dari yoghurt, keju mozzarella, susu pasteurisasi, hingga milk candy.

BSN merupakan salah satu IKM binaan Yayasan Astra sejak 2024. Selama menjalani pendampingan, perusahaan tersebut dinilai mengalami peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga perluasan pasar.

BACA JUGA :  Resep Nasi Goreng ala Solaria: Gurih, Komplet, dan Cocok untuk Menu Sarapan

Produk BSN kini dipasarkan melalui reseller, toko oleh-oleh khas Bogor, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perusahaan itu juga dinilai telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan kepatuhan pangan.

Pengembangan usaha tersebut didukung melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan dari Yayasan Astra. BSN mengikuti pelatihan Basic Mentality, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Quality Assurance Chain, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), hingga penguatan branding dan kemasan produk.

Selain itu, perusahaan juga mendapat pendampingan melalui program komunitas bisnis, penerapan metode PDCA (Plan, Do, Check, Action), serta penguatan pemasaran yang berlangsung hingga 2026.

Reni mengatakan, penguatan kualitas dan tata kelola usaha menjadi faktor penting agar IKM mampu berkembang dan masuk ke rantai pasok industri yang lebih besar.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Simak Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kilogram

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari program Link and Match yang didorong Kementerian Perindustrian RI bersama dunia usaha untuk memperkuat daya saing IKM nasional.

Sekretaris Yayasan Astra (Yayasan Dharma Bhakti Astra), Ema Poedjiwati Prasetio, mengatakan, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah persaingan industri pangan.

“Kami melihat IKM membutuhkan penguatan dari sisi manajemen, kualitas produk, hingga pemasaran agar bisa naik kelas,” ujar Ema.

Menurut dia, BSN menjadi salah satu contoh pengembangan usaha keluarga yang berhasil berkembang melalui pembinaan berkelanjutan lintas generasi.

Yayasan Astra saat ini terus memperluas kolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian RI, melalui program pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku IKM di berbagai daerah.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================