
BOGORTODAY.COM – Roti sourdough semakin populer dan banyak dipilih sebagai alternatif roti yang dianggap lebih sehat dibanding roti biasa. Banyak orang menilai sourdough lebih ramah untuk pencernaan karena dibuat melalui proses fermentasi alami yang berbeda dari roti pada umumnya.
Tak hanya memiliki cita rasa khas yang sedikit asam, sourdough juga disebut lebih mudah dicerna serta memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap gula darah. Namun, apakah semua anggapan tersebut benar?
Apa Itu Roti Sourdough?
Sourdough adalah jenis roti yang dibuat menggunakan starter alami, yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi hingga menghasilkan ragi serta bakteri baik alami.
Berbeda dengan roti biasa yang menggunakan ragi instan, proses fermentasi sourdough berlangsung lebih lama. Selama proses tersebut, bakteri baik dan ragi alami bekerja memecah sebagian gluten dan pati di dalam adonan.
Inilah yang membuat tekstur, rasa, serta karakteristik nutrisi sourdough berbeda dari roti pada umumnya.
Mengapa Sourdough Dianggap Lebih Mudah Dicerna?
Proses fermentasi panjang pada sourdough membantu melakukan “pencernaan awal” terhadap kandungan gluten dan pati sebelum roti dikonsumsi.
Akibatnya, sebagian orang merasa lebih nyaman saat makan sourdough dibanding roti putih biasa. Keluhan seperti perut kembung atau rasa penuh setelah makan roti juga disebut cenderung berkurang.
Selain itu, fermentasi alami dapat mengubah struktur pati dalam roti sehingga proses penyerapan gula berlangsung lebih lambat.
Membantu Menjaga Gula Darah Lebih Stabil
Salah satu alasan sourdough dianggap lebih sehat adalah karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding roti putih biasa.
Artinya, konsumsi sourdough tidak menyebabkan lonjakan gula darah secepat roti olahan pada umumnya. Kondisi ini dinilai lebih baik bagi orang yang ingin menjaga energi tetap stabil atau sedang mengontrol kadar gula darah.
Meski begitu, sourdough tetap mengandung karbohidrat sehingga konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Fermentasi Membantu Penyerapan Nutrisi
Selama fermentasi, bakteri asam laktat dalam sourdough membantu menurunkan kadar fitat, yaitu senyawa yang dapat menghambat penyerapan mineral dalam tubuh.
Dengan berkurangnya fitat, tubuh menjadi lebih mudah menyerap beberapa nutrisi penting seperti:
- Zat besi
- Selenium
- Vitamin B
Karena itu, sourdough sering dianggap memiliki nilai nutrisi yang lebih baik dibanding roti biasa, terutama jika dibuat dari tepung berkualitas tinggi.
Perbandingan Nutrisi Sourdough dan Roti Lain
Jika dibandingkan dengan beberapa jenis roti lain menggunakan jenis tepung yang sama, sourdough memiliki karakteristik nutrisi yang cukup berbeda.
- Kalori
Roti sourdough memiliki kandungan kalori yang relatif lebih tinggi, yaitu sekitar 319 kalori per 100 gram.
Sebagai perbandingan:
- Roti putih: 238 kalori
- Roti gandum: 252 kalori
- Roti biji-bijian utuh: 265 kalori
- Protein
Kandungan protein sourdough sekitar 13 gram per 100 gram, hampir setara dengan beberapa roti sehat lainnya.
Perbandingan protein:
- Roti putih: 10,7 gram
- Roti gandum: 12,4 gram
- Roti biji-bijian utuh: 13,4 gram
- Serat dan Lemak
Sourdough memiliki kandungan serat sekitar 3,1 gram. Jumlah ini lebih rendah dibanding beberapa jenis roti gandum atau roti biji-bijian.
Sementara kandungan lemaknya sekitar 2,14 gram dan tidak jauh berbeda dengan roti putih biasa.
Tetap Perlu Dikonsumsi dengan Bijak
Meski memiliki sejumlah kelebihan, sourdough tetap bukan makanan yang bebas dikonsumsi tanpa batas.
Kandungan karbohidrat dan kalorinya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau mengontrol gula darah.
Agar lebih sehat, sourdough sebaiknya dipadukan dengan makanan bergizi lain seperti:
- Telur
- Alpukat
- Sayuran
- Selai kacang
- Minyak zaitun
Kombinasi tersebut dapat membantu meningkatkan asupan protein, serat, dan lemak sehat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
Apakah Sourdough Aman untuk Semua Orang?
Walaupun lebih mudah dicerna, sourdough tetap mengandung gluten. Karena itu, roti ini tidak dianjurkan bagi penderita intoleransi gluten atau Penyakit celiac.
Bagi orang tanpa gangguan gluten, sourdough bisa menjadi salah satu pilihan roti yang lebih nyaman di pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Roti sourdough memiliki beberapa keunggulan dibanding roti biasa, terutama karena proses fermentasi alaminya yang membantu pencernaan dan menjaga gula darah lebih stabil.
Namun, meski dianggap lebih sehat, sourdough tetap perlu dikonsumsi secara seimbang sebagai bagian dari pola makan bergizi. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan konsumsi yang tidak berlebihan, sourdough dapat menjadi alternatif roti yang baik untuk mendukung gaya hidup sehat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















