Jenis Garam yang Lebih Aman untuk Penderita Hipertensi, Jangan Salah Pilih

BOGORTODAY.COM – Bagi penderita Hipertensi, mengontrol asupan garam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun ternyata, bukan hanya jumlah konsumsi garam yang perlu diperhatikan, melainkan juga jenis garam yang digunakan sehari-hari.

Hampir semua jenis garam mengandung sodium yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. Meski demikian, beberapa jenis garam dinilai lebih aman karena memiliki kandungan sodium lebih rendah atau tambahan mineral tertentu seperti kalium.

Berikut beberapa jenis garam yang perlu diketahui penderita hipertensi.

  1. Garam Kalium

Garam kalium menjadi salah satu pilihan yang paling sering direkomendasikan bagi penderita hipertensi. Jenis garam ini menggantikan sebagian kandungan sodium dengan kalium sehingga dinilai lebih ramah bagi tekanan darah.

Kalium membantu tubuh mengurangi kelebihan sodium dan berperan dalam menjaga pembuluh darah tetap rileks. Karena itu, garam jenis ini dianggap dapat membantu mendukung pengendalian tekanan darah.

Meski begitu, penggunaannya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi penderita gangguan ginjal.

  1. Garam Rendah Sodium

Selain garam kalium, tersedia juga garam rendah sodium yang merupakan campuran antara sodium dan kalium dalam kadar tertentu.

Jenis ini cukup populer karena rasa asinnya masih mirip dengan garam dapur biasa, tetapi kandungan sodium lebih rendah. Bagi penderita hipertensi, pilihan ini dianggap lebih aman selama tetap digunakan dalam batas wajar.

  1. Garam Meja
BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Garam meja merupakan jenis garam yang paling umum digunakan dalam masakan sehari-hari. Namun, kandungan sodium di dalamnya tergolong tinggi sehingga konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Karena sifatnya membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, penggunaan garam meja sebaiknya dibatasi oleh penderita hipertensi.

  1. Sea Salt

Sea salt sering dianggap lebih sehat karena berasal dari air laut dan melalui proses pengolahan yang lebih minimal.

Meski mengandung sedikit mineral alami seperti magnesium dan kalium, kadar sodium pada sea salt tetap cukup tinggi. Oleh sebab itu, penggunaannya tetap harus dibatasi agar tidak berdampak pada tekanan darah.

  1. Himalayan Pink Salt

Himalayan pink salt dikenal karena warna merah mudanya yang khas dan kandungan mineral tambahan.

Namun, para ahli menyebut manfaat tambahan mineral tersebut tidak cukup signifikan untuk memengaruhi kesehatan jantung maupun tekanan darah. Kandungan sodium pada garam ini juga masih tergolong tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

  1. Kosher Salt
BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Kosher salt memiliki tekstur yang lebih kasar dibanding garam biasa dan sering digunakan dalam proses memasak.

Per sendok teh, kandungan sodium kosher salt memang lebih rendah dibanding garam meja. Namun karena bentuknya lebih ringan dan besar, pengguna sering kali menambahkan dalam jumlah lebih banyak sehingga asupan sodium tetap bisa tinggi.

  1. Gunakan Rempah sebagai Alternatif

Para ahli menyarankan bahwa cara terbaik menjaga tekanan darah bukan hanya memilih jenis garam tertentu, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap rasa asin.

Sebagai alternatif, penggunaan rempah-rempah, bawang, lada, lemon, atau cuka dapat membantu menambah cita rasa makanan tanpa meningkatkan asupan sodium secara berlebihan.

Cara ini dinilai lebih sehat sekaligus membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Tetap Perlu Konsultasi dengan Dokter

Meski garam kalium dan garam rendah sodium dianggap lebih aman, penggunaannya tidak cocok untuk semua orang. Penderita penyakit ginjal atau mereka yang mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengganti jenis garam.

Dengan memilih pola makan yang tepat dan membatasi konsumsi sodium, penderita hipertensi dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================