
BOGORTODAY.COM – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga untuk lini mobil listriknya di pasar Indonesia meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tengah mengalami tekanan.
Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan harga saat ini masih dalam tahap pemantauan, terutama terkait fluktuasi nilai tukar serta dampaknya terhadap biaya produksi dan rantai pasok global. Namun demikian, VinFast tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa mendatang apabila kondisi ekonomi dan biaya bahan baku semakin menekan industri otomotif.
CEO Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan bahwa perusahaan masih terus mencermati dinamika pasar, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah, dolar Amerika Serikat, hingga mata uang lainnya seperti dong Vietnam.
Menurutnya, keputusan terkait harga tidak bisa diambil secara tergesa-gesa karena melibatkan banyak faktor dalam rantai produksi kendaraan listrik. Meski VinFast telah memiliki fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, sebagian komponen masih bergantung pada impor, termasuk dari Vietnam.
Ia menegaskan bahwa setiap perubahan harga berpotensi memberikan dampak berantai, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pemasok dan seluruh ekosistem industri otomotif. Karena itu, VinFast memilih untuk tetap berhati-hati sebelum mengambil langkah strategis terkait harga jual.
Produsen Lain Juga Pantau Kondisi Pasar
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















