BOGORTODAY.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan senam bersama dan edukasi kesehatan, pada Jumat (22/5/2026).
Acara yang bertajuk “Mengenal Osteoartritis bagi Komunitas Spirit Sejalan” ini diikuti oleh puluhan peserta lanjut usia (lansia). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi di usia senja.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes., menyampaikan bahwa agenda ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat.
“Sangat penting untuk menjaga kualitas hidup lansia melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar dr. Esther dalam sambutannya.
Rangkaian acara diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta yang hadir. Dari total 45 lansia yang berpartisipasi, rincian pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi:
- Pemeriksaan Tekanan Darah: 41 orang
- Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS): 15 orang
- Pemeriksaan Kolesterol: 8 orang
- Pemeriksaan Asam Urat: 3 orang
Setelah kondisi fisik dipastikan aman melalui pemeriksaan medis, para peserta langsung mengikuti senam bersama di Lapangan WR Supratman dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Memasuki sesi edukasi interaktif, dokter spesialis ortopedi RSUD Leuwiliang, dr. Basuki Adam, Sp.OT., memaparkan materi mengenai osteoartritis serta berbagai gangguan tulang dan sendi yang umum mengintai usia lanjut.
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta bernama Ma Erat (62 tahun) mengeluhkan rasa sakit pada tulang punggung belakang yang sering dialaminya.
Menanggapi hal tersebut, dr. Basuki menjelaskan bahwa keluhan itu umumnya disebabkan oleh proses degeneratif tulang atau osteoporosis, yang di tengah masyarakat sering dikenal sebagai pengapuran tulang.
Untuk menangani dan mencegah perburukan kondisi tersebut, dr. Basuki membagikan beberapa tips praktis:
- Istirahat Cukup: Menghindari aktivitas fisik yang berat dan berlebihan.
- Nutrisi Seimbang: Memenuhi kebutuhan kalsium dan Vitamin D harian.
- Olahraga Ringan: Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin untuk menjaga kekuatan tulang dan stabilitas tubuh.
- Kontrol Berat Badan: Menjaga berat badan tetap ideal agar tidak membebani kerja sendi dan tulang.
Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari para lansia. Ibu Wawat (63 tahun), salah satu peserta, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
“Alhamdulillah bisa mengikuti kegiatan ini dan luar biasa. Terima kasih kepada RSUD atas segala fasilitas yang diberikan, semoga sukses selalu,” ungkap Ibu Wawat.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Samijo (76 tahun) mengaku merasa senang dan terbantu. “Petugasnya baik dan pelayanannya juga nyaman. Saya jadi merasa lebih sehat setelah ikut kegiatan ini,” tuturnya.
Kemeriahan acara yang didukung penuh oleh Diabetasol sebagai sponsor utama ini ditutup dengan sesi foto bersama, pembagian suvenir, serta pembagian doorprize menarik bagi peserta.
Melalui agenda berkala seperti ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berkomitmen untuk terus mendorong kelompok lansia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif.
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















