Terlalu Mandiri Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Psikolog

Menangis
Ilustrasi Menangis. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kehidupan dewasa kerap menuntut seseorang untuk tampak tangguh dan mandiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Mampu berdiri di atas kaki sendiri sering dianggap sebagai tanda kedewasaan dan kekuatan.

Namun dalam perspektif psikologi, sikap yang terlalu mandiri justru bisa berdampak kurang baik pada kesehatan mental.

Psikolog lulusan Cornell University dan University of Colorado Boulder, Mark Travers, Ph.D., menjelaskan bahwa kemandirian yang berlebihan dapat menurunkan kualitas hubungan dengan orang lain serta mengikis kesejahteraan mental.

Menurut Travers, terlalu mandiri sering kali merupakan strategi bertahan hidup yang dampaknya jarang disadari. Sikap ini mungkin membuat seseorang terlihat kuat, tetapi menyimpan konsekuensi emosional jangka panjang.

“Ketika terlalu mandiri, kita kurang memanfaatkan koneksi dalam hidup kita, sehingga perlahan kita akan kelelahan,” ujarnya, seperti dikutip dari Psychology Today.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

Berikut tiga dampak buruk akibat terlalu bersikap mandiri menurut psikolog:

  1. Meningkatkan Risiko Kesepian

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan dukungan emosional. Sebuah tinjauan terhadap 177 studi pada 2022 yang melibatkan lebih dari 113 ribu responden menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara dukungan sosial yang dirasakan dan tingkat kesepian.

Artinya, semakin rendah dukungan sosial yang dirasakan seseorang, semakin tinggi risiko kesepian yang dialami. Data lain pada 2018 juga menunjukkan bahwa kurangnya dukungan sosial dan kesepian berkaitan dengan depresi, kecemasan, serta gangguan kejiwaan lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang terbiasa menghadapi masalah sendirian mungkin tampak kuat. Namun secara internal, kebiasaan ini dapat memicu stres kronis pada otak dan berdampak pada gangguan mental. Lama-kelamaan, kemandirian berubah menjadi pengabaian diri dan perasaan terasing.

BACA JUGA :  Detoks Pascalebaran: Strategi Ampuh Menjaga Kolesterol Tetap Stabil

Sebaliknya, kehadiran orang-orang terdekat yang memberi dukungan emosional dapat meringankan beban pikiran dan membantu menyelesaikan masalah secara lebih sehat.

  1. Menurunkan Harga Diri dan Ketahanan Psikologis

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan erat dengan harga diri dan ketahanan psikologis. Meta-analisis yang melibatkan ribuan peserta, termasuk kelompok remaja rentan, menemukan bahwa dukungan sosial yang tinggi berkaitan dengan ketahanan mental yang lebih baik dan tingkat kesepian yang lebih rendah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================