Keutamaan Puasa Arafah dan Hikmah di Baliknya

Ketentuan ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang sedang berada di Arafah.

Mengapa Puasa Arafah Sangat Istimewa?

Keistimewaan puasa Arafah tidak lepas dari kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Dalam banyak penjelasan ulama, hari-hari tersebut termasuk waktu yang paling dicintai Allah SWT untuk melakukan amal saleh.

Karena itu, puasa Arafah menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, hari Arafah juga dikenal sebagai waktu ketika Allah banyak memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya.

BACA JUGA :  Cara Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Nyeri Akibat Penyakit Ginjal

Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berdoa, berdzikir, serta memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Bacaan Niat Puasa Arafah

Bagi muslim yang ingin menjalankan puasa sunnah Arafah, berikut lafaz niat yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum fajar:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin:
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

BACA JUGA :  Waspada! Ini Deretan Menu Sarapan yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

Artinya:
“Saya niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi kesempatan untuk meraih ampunan dosa dan meningkatkan kualitas ibadah.

Oleh sebab itu, umat Islam yang tidak sedang berhaji dianjurkan memanfaatkan momentum 9 Zulhijah dengan memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================