Jangan Asal Bangun Septic Tank, Ini Jarak Ideal dan Risikonya Jika Salah Penempatan

Septic Tank
Jangan Asal Bangun Septic Tank, Ini Jarak Ideal dan Risikonya Jika Salah Penempatan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pembuatan septic tank di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain harus memperhatikan kualitas konstruksi, posisi dan jarak septic tank juga wajib mengikuti standar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan bangunan.

Salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah peletakan septic tank yang terlalu dekat dengan rumah atau sumber air. Padahal, kesalahan penempatan dapat memicu bau tidak sedap hingga kebocoran gas berbahaya.

Septic Tank Sebaiknya Berada di Luar Rumah

Spesialis Air Limbah, Sanitasi, dan Lingkungan dari PT Kolaborasi Delapan Cemerlang (KodeC), Endro Adinugroho, menjelaskan bahwa septic tank idealnya ditempatkan di area luar rumah.

Hal ini bertujuan agar gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian limbah dapat langsung terbuang ke udara terbuka. Jika septic tank berada di dalam bangunan dengan ventilasi buruk, gas bisa terperangkap dan menyebabkan bau menyengat di dalam rumah.

Selain mengganggu kenyamanan, akumulasi gas metana juga berisiko terhadap keselamatan penghuni apabila tidak memiliki sistem pembuangan udara yang baik.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Menurut Endro, kondisi septic tank yang awalnya berada di luar rumah terkadang berubah menjadi berada di bawah bangunan akibat renovasi atau perluasan rumah oleh pemilik.

Pentingnya Mengikuti Standar Konstruksi

Sementara itu, Spesialis Konstruksi dan Sanitasi PT KodeC, Adri Ruslan, mengingatkan bahwa kesalahan dalam pembangunan septic tank dapat menyebabkan kebocoran gas maupun pencemaran lingkungan.

Karena itu, pembangunan septic tank dianjurkan mengikuti ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk terkait jarak aman dengan bangunan dan sumber air.

Jarak Ideal Septic Tank Menurut SNI

Berdasarkan standar yang berlaku, septic tank sebaiknya memiliki jarak minimal 1,5 meter dari bangunan rumah.

Jarak ini dibuat untuk menjaga struktur pondasi rumah agar tidak terganggu oleh proses penggalian tanah maupun beban konstruksi septic tank.

Selain itu, septic tank juga dianjurkan berjarak sekitar 10 meter dari sumur atau sumber air bersih. Tujuannya untuk mencegah kontaminasi air akibat rembesan limbah.

Jika kondisi lahan sempit membuat jarak tersebut sulit diterapkan, maka sistem septic tank harus dipastikan benar-benar kedap agar limbah tidak bocor ke tanah.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Depok Meninggal di Situ Cikaret, Diduga Serangan Jantung

Pipa Hawa Jangan Diabaikan

Komponen lain yang juga penting adalah pipa hawa atau ventilasi septic tank. Pipa ini berfungsi sebagai jalur keluarnya gas metana dari dalam tangki.

Agar tidak menimbulkan bau mengganggu, tinggi pipa hawa disarankan sekitar dua meter atau lebih tinggi dari tinggi manusia.

Ventilasi yang baik membantu mencegah penumpukan gas di dalam septic tank yang dapat memicu tekanan berlebih hingga kebocoran.

Septic tank bukan sekadar tempat penampungan limbah rumah tangga, tetapi juga bagian penting dari sistem sanitasi yang harus dirancang dengan benar.

Penempatan yang sesuai standar, jarak aman dari bangunan dan sumber air, serta sistem ventilasi yang baik dapat membantu menjaga kesehatan lingkungan sekaligus mencegah risiko kerusakan rumah dan pencemaran air tanah.

Karena itu, sebelum membangun septic tank, pastikan konstruksi dan posisinya telah sesuai standar agar aman digunakan dalam jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================