Pembagian Daging Kurban Menurut Islam: Ketentuan, Porsi, dan Cara yang Dianjurkan

Sementara menurut qaul jadid atau pendapat yang lebih baru, orang yang berkurban diperbolehkan mengambil sekitar sepertiga bagian untuk diri sendiri, sedangkan dua pertiga sisanya dianjurkan dibagikan kepada fakir miskin.

Meski demikian, sejumlah ulama menilai pilihan yang lebih utama adalah memperbanyak bagian untuk dibagikan kepada orang lain. Bahkan sebagian pendapat menyebutkan bahwa akan lebih baik jika hampir seluruh bagian kurban disalurkan kepada masyarakat, sementara orang yang berkurban hanya mengambil sebagian kecil untuk dikonsumsi.

Selain berbagi kepada sesama, Islam juga menganjurkan orang yang berkurban untuk turut menikmati hasil kurbannya sendiri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keberkahan dan rasa syukur atas ibadah yang telah dijalankan.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Tata Cara Pembagian Daging Kurban

Dalam praktiknya, terdapat beberapa ketentuan yang umum dijadikan pedoman dalam pembagian daging kurban:

  1. Sebagian untuk orang yang berkurban

Orang yang melaksanakan kurban diperbolehkan mengambil sebagian daging untuk dikonsumsi bersama keluarga. Namun, dalam pelaksanaannya tetap dianjurkan tidak mengambil bagian secara berlebihan.

  1. Sebagian untuk kerabat dan tetangga

Daging kurban juga dianjurkan dibagikan kepada keluarga, kerabat, serta tetangga sebagai bentuk mempererat hubungan sosial dan silaturahmi.

  1. Diprioritaskan untuk fakir miskin

Kelompok masyarakat kurang mampu menjadi pihak yang paling diprioritaskan dalam pembagian daging kurban agar manfaat ibadah dapat dirasakan lebih luas.

  1. Tidak diperjualbelikan
BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Dalam ketentuan syariat, bagian dari hewan kurban, termasuk daging maupun bagian lainnya, tidak boleh diperjualbelikan. Bahkan beberapa ulama juga melarang menjadikan bagian hewan kurban sebagai upah penyembelihan.

Esensi utama dari ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menghadirkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Dengan pembagian yang tepat dan sesuai syariat, ibadah kurban dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================