Rice Cooker Bau dan Nasi Jadi Tak Sedap? Ini 5 Kebiasaan yang Sering Tak Disadari

BOGORTODAY.COM Rice cooker telah menjadi “penyelamat” mayoritas rumah tangga untuk memasak nasi. Cukup sekali tekan tombol, nasi hangat siap disantap. Bahkan, kini rice cooker juga bisa digunakan untuk membuat berbagai menu lain seperti sup, bubur, hingga kue.

Namun di balik kepraktisannya, tak sedikit pengguna mengeluhkan munculnya bau tak sedap dari rice cooker. Bau ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas dan rasa nasi.

Ternyata, tanpa disadari ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat rice cooker menjadi bau. Berikut penjelasannya.

  1. Rice Cooker Dibiarkan Kotor

Sisa nasi yang menempel di panci bagian dalam atau di sela-sela tutup sering kali diabaikan. Padahal nasi termasuk makanan berpati yang mudah mengalami fermentasi jika dibiarkan terlalu lama.

Proses fermentasi inilah yang memicu bau asam atau apek. Jika tidak rutin dibersihkan, sisa nasi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Solusinya, bersihkan panci dan bagian tutup rice cooker setiap selesai digunakan. Pastikan tidak ada sisa nasi yang menempel.

  1. Lupa Membuang Air di Penampungan Uap

Sebagian besar rice cooker memiliki wadah penampung air hasil kondensasi uap selama proses memasak. Air ini harus rutin dibuang.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Jika dibiarkan menggenang terlalu lama, air bisa menjadi sumber bau tak sedap. Apalagi jika rice cooker jarang digunakan, air yang terjebak di dalamnya bisa menimbulkan aroma apek.

Biasakan mengecek dan mengosongkan wadah penampungan air setiap selesai memasak.

  1. Diletakkan di Tempat Lembap

Lingkungan yang lembap dan minim sirkulasi udara juga bisa menjadi penyebab rice cooker berbau. Misalnya, diletakkan di rak tertutup, dekat wastafel, atau area dapur yang sering basah.

Kelembapan tinggi membuat bakteri dan jamur mudah berkembang biak. Lama-kelamaan, akan muncul bau apek atau bau seperti kain basah.

Sebaiknya letakkan rice cooker di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

  1. Menyimpan Nasi Terlalu Lama

Fitur “keep warm” memang membuat nasi tetap hangat dalam waktu lama. Namun, menyimpan nasi terlalu lama di dalam rice cooker dapat memicu bau tidak sedap.

Paparan panas dalam waktu panjang bisa mempercepat proses perubahan kualitas nasi. Bakteri tertentu yang tahan panas juga bisa berkembang dan menyebabkan fermentasi.

BACA JUGA :  Waspada Bahaya Tawon dan Cara Ampuh Mengusirnya dari Rumah

Idealnya, nasi dikonsumsi pada hari yang sama atau dalam beberapa jam setelah matang untuk menjaga rasa dan kualitasnya.

  1. Centong Nasi Dibiarkan di Dalam Rice Cooker

Demi praktis, banyak orang membiarkan centong nasi tetap berada di dalam rice cooker. Padahal, terutama jika terbuat dari plastik, centong bisa menyerap kelembapan dan menjadi sumber bau.

Selain itu, sisa nasi yang menempel pada centong juga bisa memicu pertumbuhan bakteri jika tidak segera dibersihkan.

Sebaiknya, cuci dan keringkan centong setelah digunakan, lalu simpan di tempat terpisah.

Agar Rice Cooker Tetap Bersih dan Bebas Bau

Untuk menjaga rice cooker tetap awet dan bebas bau:

  • Bersihkan seluruh bagian setelah digunakan.
  • Keringkan sebelum ditutup atau disimpan.
  • Buang air kondensasi secara rutin.
  • Hindari menyimpan nasi terlalu lama.
  • Letakkan di tempat yang kering dan tidak lembap.

Dengan perawatan yang tepat, rice cooker tidak hanya tahan lama, tetapi juga menjaga nasi tetap harum dan nikmat saat disantap.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================