
“Mentari pagi sudah membumbung tinggi. Bangunlah putra putri ibu pertiwi. Mari mandi dan gosok gigi. Setelah itu kita berjanji. Tadi pagi esok hari atau lusa nanti. Garuda bukan burung perkutut. Sang saka bukan sandang pembalut. Dan coba kau dengarkan. Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut. Yang hanya berisikan harapan. Yang hanya berisikan khayalan” Lirik lagu ini menyindir kondisi bangsa Indonesia saat ini, yaitu:
Bangsa Indonesia terbelah menjadi dua saat Pilkada DKI Jakarta antara pro Anies dengan pro Ahok. Saat Pilpres antara pro Jokowi dengan pro Prabowo.
Dan saat kasus ijazah Jokowi, antara pro yang menyatakan ijazah Jokowi palsu dengan pro yang menyatakan ijazah Jokowi asli. Harusnya persatuan demi bangsa dan negara harus di atas kepentingan kekuasaan, politik, golongan, Parpol dan pribadi.
Sedang para koruptor, penjilat kekuasaan, buzzers pemecah belah bangsa, pengkhianat bangsa adalah gambaran benalu yang harus kita berantas seperti lirik lagu tersebut. Sedangkan maraknya judi online adalah sesuai dengan lirik dan judul tulisan kali ini, yaitu: Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut. Yang hanya berisikan harapan. Yang hanya berisikan khayalan.
Rumus kode buntut adalah istilah ini merujuk pada tebakan nomor judi buntut. Biasanya, kode ini berupa angka-angka ramalan atau tafsir mimpi yang diyakini pemain akan keluar sebagai nomor pemenang. Selamat Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni. Jayalah Indonesiaku.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















