BOGORTODAY.COM – Batu ginjal menjadi salah satu gangguan saluran kemih yang cukup sering dialami masyarakat. Banyak orang menganggap kondisi ini semata-mata terjadi karena kurang minum air putih. Padahal, penyebab batu ginjal ternyata lebih kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor lain.
Penderita batu ginjal umumnya mengalami sejumlah gejala yang cukup mengganggu, seperti nyeri di bagian pinggang atau punggung bawah, sakit perut, mual, hingga rasa nyeri saat buang air kecil. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan urine bercampur darah dan tubuh terasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Secara medis, batu ginjal terbentuk akibat penumpukan zat tertentu di dalam urine. Urine sebenarnya mengandung berbagai mineral dan senyawa seperti kalsium, natrium, asam urat, hingga oksalat. Jika jumlah zat tersebut terlalu banyak sementara cairan dalam urine terlalu sedikit, mineral dapat saling menempel dan membentuk kristal.
Seiring waktu, kristal tersebut dapat membesar hingga menjadi batu yang berada di ginjal maupun saluran kemih. Proses pembentukannya tidak terjadi secara instan, melainkan berlangsung perlahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Kurang minum air putih memang menjadi salah satu faktor risiko utama karena cairan membantu melarutkan zat-zat dalam urine. Namun, kondisi ini bukan satu-satunya penyebab batu ginjal.
Berikut beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal:
- Faktor Genetik
Riwayat keluarga memiliki pengaruh terhadap risiko batu ginjal. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa.
- Pola Makan
Konsumsi makanan tinggi garam, gula, atau protein hewani berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan zat dalam urine dan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Selain itu, makanan tinggi oksalat seperti bayam, cokelat, atau teh dalam jumlah berlebihan juga dapat memicu terbentuknya kristal pada sebagian orang.
- Kurang Aktivitas Fisik
Jarang bergerak atau terlalu lama duduk dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko penumpukan mineral tertentu dalam ginjal.
- Obesitas dan Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih diketahui berkaitan dengan perubahan keseimbangan zat kimia dalam urine sehingga risiko batu ginjal dapat meningkat.
- Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, gangguan pencernaan, diabetes, hingga asam urat juga dapat memicu terbentuknya batu ginjal.
Cara Mengurangi Risiko Batu Ginjal
Menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mencegah batu ginjal. Salah satu cara paling sederhana adalah mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari agar urine tetap encer dan tidak memudahkan terbentuknya kristal.
Selain itu, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, serta memeriksakan kesehatan secara berkala juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini.
Jika mengalami nyeri hebat di pinggang, urine berdarah, atau kesulitan buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















