
Daging kurban tersebut disalurkan secara merata kepada keluarga besar SIT BBS, pegawai satuan pengamanan dan kebersihan (SPPG) di area sekitar sekolah, serta masyarakat prasejahtera yang tinggal di lingkungan sekitar ekosistem pendidikan BBS.
Kegiatan rutin keagamaan ini menjadi bagian penting dari komitmen lembaga untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, gotong royong, serta semangat berbagi kepada sesama sejak dini di lingkungan sekolah.
Dihubungi di tempat terpisah, Pemerhati Pendidikan Kota Bogor, Heru B. Setyawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh pihak sekolah, khususnya unit SMAIT BBS. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata penerapan kurikulum berbasis karakter.
“Apresiasi dan acungan jempol patut diberikan untuk SMAIT BBS. Sekolah ini tidak hanya sekadar mengajarkan teori fikih kurban di dalam ruang kelas, tetapi langsung mempraktikkan esensi berkurban tersebut bersama murid-muridnya di lapangan,” puji Heru.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















