
Selain empat poin di atas, dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, kita juga disunnahkan untuk berwudhu, mengibas tempat tidur agar bersih, serta membaca Ayat Kursi dan Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas).
Memulai Pagi dengan Produktivitas ala Nabi
Transisi dari alam mimpi menuju realitas dunia juga diatur sedemikian rupa dalam Islam. Mengacu pada karya Abu Najib Abdillah, Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rasulullah, berikut adalah langkah-langkah saat terbangun:
- Bangun di Waktu Sepertiga Malam (Sebelum Subuh)
Waktu pagi adalah waktu yang didoakan keberkahannya oleh Nabi. Bangun lebih awal tidak hanya sehat secara fisik (melancarkan sirkulasi darah), tetapi juga memberikan ketenangan mental yang luar biasa.
- Aktivitas Fisik Pertama: Mengusap Wajah dan Bersiwak
Rasulullah biasa duduk sejenak dan mengusap wajah untuk mengusir sisa kantuk. Setelah itu, beliau segera bersiwak (atau menggosok gigi) untuk menjaga kebersihan mulut.
- Dzikir dan Doa Syukur
Ucapkanlah rasa syukur karena Allah masih memberi kesempatan hidup melalui doa:
“Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan jasadku, mengembalikan ruhku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya.” (HR. Tirmidzi)
- Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Islam sangat menekankan higienitas. Sunnahnya adalah mencuci tangan tiga kali sebelum menyentuh wadah apa pun dan segera berwudhu. Jangan lupa untuk merapikan tempat tidur, karena Allah mencintai keindahan dan kerapian.
Mengikuti pola tidur dan bangun ala Rasulullah SAW adalah bentuk disiplin diri yang membawa manfaat ganda: pahala di akhirat dan kesehatan di dunia.
Dengan menutup hari lewat dzikir dan membukanya dengan syukur, setiap detik kehidupan kita akan terasa lebih bermakna.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















