Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

BOGORTODAY.COM – Mengakhiri hari dengan mengingat Sang Pencipta adalah kunci ketenangan batin bagi seorang muslim. Rasulullah SAW tidak hanya menjadikan tidur sebagai aktivitas biologis untuk melepas lelah, tetapi juga sebagai ladang ibadah melalui rangkaian dzikir dan doa.

Dengan menghidupkan sunnah ini, kita tidak hanya menjaga diri dari gangguan luar, tetapi juga menata hati agar bangun dalam keadaan penuh energi positif.

Empat Wasiat Istimewa untuk Fatimah Az-Zahra

Dalam literatur Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, dikisahkan sebuah dialog penuh hikmah antara Rasulullah SAW dengan putrinya, Fatimah Az-Zahra. Beliau memberikan empat pesan utama yang tampak berat, namun ternyata memiliki jalan pintas yang sangat ringan:

  1. Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Kejap

Cukup dengan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali. Secara nilai pahala, amalan sederhana ini setara dengan membaca seluruh isi Al-Qur’an.

  1. Mendapatkan Syafaat Para Nabi

Dengan memanjatkan sholawat kepada Rasulullah SAW, seorang hamba tidak hanya mendekatkan diri kepada beliau, tetapi juga membuka pintu syafaat dari para nabi terdahulu.

  1. Menebar Maaf dan Meminta Ridha Umat
BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Sebelum memejamkan mata, luangkan waktu sejenak untuk memohon ampunan (istighfar) bagi diri sendiri, orang tua, keluarga, dan seluruh kaum muslimin. Ini adalah cara terbaik membersihkan hati dari dengki.

  1. Meraih Pahala Haji dan Umrah

Rasulullah SAW mengajarkan kalimat Thayyibah:

$$Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu akbar$$

Berdzikir dengan kalimat ini memberikan pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah.

Selain empat poin di atas, dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, kita juga disunnahkan untuk berwudhu, mengibas tempat tidur agar bersih, serta membaca Ayat Kursi dan Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas).

Memulai Pagi dengan Produktivitas ala Nabi

Transisi dari alam mimpi menuju realitas dunia juga diatur sedemikian rupa dalam Islam. Mengacu pada karya Abu Najib Abdillah, Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rasulullah, berikut adalah langkah-langkah saat terbangun:

  • Bangun di Waktu Sepertiga Malam (Sebelum Subuh)

Waktu pagi adalah waktu yang didoakan keberkahannya oleh Nabi. Bangun lebih awal tidak hanya sehat secara fisik (melancarkan sirkulasi darah), tetapi juga memberikan ketenangan mental yang luar biasa.

  • Aktivitas Fisik Pertama: Mengusap Wajah dan Bersiwak
BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Rasulullah biasa duduk sejenak dan mengusap wajah untuk mengusir sisa kantuk. Setelah itu, beliau segera bersiwak (atau menggosok gigi) untuk menjaga kebersihan mulut.

  • Dzikir dan Doa Syukur

Ucapkanlah rasa syukur karena Allah masih memberi kesempatan hidup melalui doa:

“Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan jasadku, mengembalikan ruhku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya.” (HR. Tirmidzi)

  • Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Islam sangat menekankan higienitas. Sunnahnya adalah mencuci tangan tiga kali sebelum menyentuh wadah apa pun dan segera berwudhu. Jangan lupa untuk merapikan tempat tidur, karena Allah mencintai keindahan dan kerapian.

Mengikuti pola tidur dan bangun ala Rasulullah SAW adalah bentuk disiplin diri yang membawa manfaat ganda: pahala di akhirat dan kesehatan di dunia.

Dengan menutup hari lewat dzikir dan membukanya dengan syukur, setiap detik kehidupan kita akan terasa lebih bermakna.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================