
Sebagian jenis anemia memang bersifat bawaan atau diturunkan secara genetik, seperti thalasemia dan anemia sel sabit.
Namun, sebagian besar kasus anemia berkembang akibat kekurangan nutrisi, penyakit tertentu, atau kebiasaan hidup yang tidak sehat.
Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat memicu anemia:
- Pola makan rendah zat besi
Zat besi merupakan komponen utama pembentuk hemoglobin. Kebiasaan mengonsumsi makanan rendah zat besi, seperti jarang makan daging merah, sayuran hijau, atau kacang-kacangan, dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi. Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu penyebab anemia yang paling sering terjadi.
- Melewatkan waktu makan
Sering melewatkan sarapan atau makan dengan porsi yang terlalu sedikit dapat membuat asupan nutrisi harian tidak tercukupi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.
- Konsumsi teh atau kopi berlebihan
Teh dan kopi mengandung tanin serta kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama jika dikonsumsi bersamaan atau sesaat setelah makan. Kebiasaan ini berisiko meningkatkan anemia, terutama pada orang dengan kebutuhan zat besi yang tinggi.
- Diet ketat tanpa pengawasan
Menjalani diet ketat tanpa perencanaan nutrisi yang tepat dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral penting.
Diet yang menghilangkan kelompok makanan tertentu, seperti produk hewani, berisiko menyebabkan defisiensi vitamin B12 yang dapat memicu anemia megaloblastik.
- Kurang asupan vitamin B12 dan asam folat
Vitamin B12 dan asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan atau kurang variasi dapat menyebabkan kekurangan kedua vitamin ini, sehingga produksi sel darah merah terganggu.
- Mengabaikan penyakit kronis
Penyakit kronis seperti gangguan ginjal, penyakit tiroid, penyakit autoimun, serta peradangan jangka panjang dapat memicu anemia penyakit kronis.
Kebiasaan tidak mengontrol atau mengabaikan pengobatan penyakit tersebut dapat memperparah kondisi anemia.
- Kehilangan darah yang tidak ditangani
Kehilangan darah akibat menstruasi berat, wasir, atau perdarahan saluran cerna yang tidak disadari juga dapat menyebabkan anemia.
Mengabaikan kondisi ini dan tidak segera memeriksakan diri ke tenaga medis dapat membuat anemia berlangsung lama dan semakin parah.
Anemia merupakan kondisi yang umum dan dapat dialami oleh siapa saja. Dengan mengenali kebiasaan yang menyebabkan anemia, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal melalui pola makan seimbang, gaya hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan darah dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














