Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

BOGORTODAY.COM – Banyak orang tidak menyadari bahwa pola hidup sehari-hari memiliki peran besar dalam memicu terjadinya anemia.

Padahal, kondisi ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.

Jika ingin terhindar dari risiko anemia, penting untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan yang dapat menyebabkannya dan mulai melakukan perubahan sejak dini.

Anemia merupakan gangguan darah yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Akibatnya, organ dan jaringan tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang optimal.

Gejala Anemia yang Sering Diabaikan

Gejala anemia umumnya berkembang secara perlahan sehingga kerap tidak disadari. Keluhan yang paling sering muncul adalah rasa lelah berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Selain itu, penderita anemia juga dapat mengalami pusing, sakit kepala, kulit tampak pucat, jantung berdebar, hingga sesak napas.

Pada kondisi tertentu, anemia kronis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti gagal jantung dan kerusakan organ. Oleh karena itu, anemia tidak boleh dianggap sebagai kondisi ringan.

Kebiasaan yang Menyebabkan Anemia

Sebagian jenis anemia memang bersifat bawaan atau diturunkan secara genetik, seperti thalasemia dan anemia sel sabit.

BACA JUGA :  5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

Namun, sebagian besar kasus anemia berkembang akibat kekurangan nutrisi, penyakit tertentu, atau kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat memicu anemia:

  1. Pola makan rendah zat besi

Zat besi merupakan komponen utama pembentuk hemoglobin. Kebiasaan mengonsumsi makanan rendah zat besi, seperti jarang makan daging merah, sayuran hijau, atau kacang-kacangan, dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi. Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu penyebab anemia yang paling sering terjadi.

  1. Melewatkan waktu makan

Sering melewatkan sarapan atau makan dengan porsi yang terlalu sedikit dapat membuat asupan nutrisi harian tidak tercukupi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

  1. Konsumsi teh atau kopi berlebihan

Teh dan kopi mengandung tanin serta kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama jika dikonsumsi bersamaan atau sesaat setelah makan. Kebiasaan ini berisiko meningkatkan anemia, terutama pada orang dengan kebutuhan zat besi yang tinggi.

  1. Diet ketat tanpa pengawasan

Menjalani diet ketat tanpa perencanaan nutrisi yang tepat dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral penting.

Diet yang menghilangkan kelompok makanan tertentu, seperti produk hewani, berisiko menyebabkan defisiensi vitamin B12 yang dapat memicu anemia megaloblastik.

  1. Kurang asupan vitamin B12 dan asam folat
BACA JUGA :  Matcha Mengandung Kafein? Simak Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Vitamin B12 dan asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan atau kurang variasi dapat menyebabkan kekurangan kedua vitamin ini, sehingga produksi sel darah merah terganggu.

  1. Mengabaikan penyakit kronis

Penyakit kronis seperti gangguan ginjal, penyakit tiroid, penyakit autoimun, serta peradangan jangka panjang dapat memicu anemia penyakit kronis.

Kebiasaan tidak mengontrol atau mengabaikan pengobatan penyakit tersebut dapat memperparah kondisi anemia.

  1. Kehilangan darah yang tidak ditangani

Kehilangan darah akibat menstruasi berat, wasir, atau perdarahan saluran cerna yang tidak disadari juga dapat menyebabkan anemia.

Mengabaikan kondisi ini dan tidak segera memeriksakan diri ke tenaga medis dapat membuat anemia berlangsung lama dan semakin parah.

Anemia merupakan kondisi yang umum dan dapat dialami oleh siapa saja. Dengan mengenali kebiasaan yang menyebabkan anemia, Anda dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal melalui pola makan seimbang, gaya hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan darah dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================