BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkirakan kebutuhan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang mencapai sekitar Rp50 miliar. Saat ini, proses pengadaan tanah tersebut disebut tinggal menyisakan satu tahapan sebelum memasuki proses pembebasan lahan.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengatakan, dari total 13 tahapan pengadaan tanah, sebanyak 12 tahapan telah diselesaikan. Tahapan yang telah dilalui mencakup penetapan lokasi hingga proses appraisal.
“Pemerintah daerah selama ini bertugas mengawal seluruh proses administrasi agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dari total 13 tahapan pengadaan lahan, sebanyak 12 tahapan telah berhasil dilalui,” kata Jaro Ade sapaan akrabnya, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, tahapan yang masih ditunggu saat ini adalah pendelegasian kewenangan dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat kepada Kantor BPN Kabupaten Bogor.
Pendelegasian tersebut diperlukan agar BPN Kabupaten Bogor dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan anggaran pembebasan lahan.
“Saat ini kami tinggal menunggu Kanwil BPN Jawa Barat mendelegasikan kepada BPN Kabupaten Bogor untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait anggaran,” ujar dia.
Setelah pendelegasian diterbitkan, BPN Kabupaten Bogor akan mengeluarkan surat keputusan Panitia Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T). Selanjutnya, proses akan difokuskan pada pengawalan administrasi dan mediasi dengan masyarakat yang terdampak pembebasan lahan.
Jaro Ade menjelaskan, tim pengadaan lahan tidak terlibat langsung dalam proses teknis pembebasan tanah. Peran tim lebih difokuskan untuk memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai ketentuan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan sosial yang muncul selama proses berlangsung.
Ia menambahkan, rampungnya penetapan lokasi menjadi indikasi adanya dukungan masyarakat terhadap pembangunan jalan tersebut. Karena itu, Pemkab Bogor optimistis proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar.
“Pemkab Bogor optimistis pembebasan lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang dengan besar anggaran sekitar Rp50 miliar lancar, karena langkah ini didukung oleh masyarakat luas dan mudah-mudahan bisa dilaksanakan pembangunannya pada tahun 2027,” kata Jaro Ade.
Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















