
“Pertanian perkotaan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Selain meningkatkan keterampilan motorik dan teknis, kegiatan ini menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan yang sangat penting bagi masa depan mereka,” kata Edi Santosa.
Senada, Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, S.P., M.M., menekankan pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana yang ramah dan mudah diadaptasi oleh ekosistem sekolah luar biasa.
“Pengembangan urban farming di sekolah menjadi sarana membangun kecakapan hidup (life skills) peserta didik. Melalui pelatihan ini, guru memperoleh keterampilan praktis yang siap dikembangkan sesuai kondisi sekolah masing-masing, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi komunitas sekolah,” urai Doni.
Guna memastikan transfer ilmu berjalan optimal, pelatihan ini juga melibatkan jajaran pakar yang berpengalaman lintas sektor di bidang pendidikan, pertanian, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Di antaranya adalah Dewi Suryani, S.P., M.M., Risa Rosita, M.Si., Dr. Ir. Supriyanto, serta Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom., M.M.
Seluruh guru peserta program mendapatkan kesempatan melakukan praktik lapangan secara langsung di fasilitas laboratorium pembelajaran dan demplot (demonstration plot) milik SEAMEO BIOTROP Bogor. Melalui pengalaman berbasis praktik ini, para peserta diharapkan pulang membawa model pembelajaran keterampilan pertanian yang lebih riil, aplikatif, serta ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kolaborasi matang antara Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan keterampilan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan, sekaligus mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan nasional yang memberdayakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















