Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Rabu (3/6/2026). FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat yang kini memasuki tahun pertama pelaksanaannya. Tantangan tersebut antara lain terkait ketersediaan tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kebutuhan guru, wali asrama, dan tenaga kependidikan lainnya masih belum sepenuhnya terpenuhi di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

“Tenaga kependidikan masih kurang, guru masih kurang, wali asrama juga masih kurang,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Kemensos berupaya menutup kekurangan tersebut melalui penambahan tenaga pendidik. Pemerintah, kata dia, telah merekrut sekitar 5.000 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat pada tahun ini.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Menurut Gus Ipul, kekurangan tenaga pendidik sejauh ini masih dapat ditangani sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Sampai sekarang jika ada kekurangan masih bisa ditangani. Tahun ini kami sudah merekrut sekitar 5.000 guru,” ujarnya.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================