
Jenal menegaskan, semangat HJB ke-544 harus menjadi pengingat bahwa kemajuan Kota Bogor wajib berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi kelas menengah ke bawah.
“Pasar rakyat harus terus menjadi rumah bagi aktivitas ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Komitmen Modernisasi Tanpa Mengikis Kearifan Lokal
Lebih lanjut, Jenal menyatakan bahwa Perumda PPJ akan terus konsisten menghadirkan berbagai program inovatif yang mampu menstimulus pertumbuhan usaha masyarakat. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing pasar rakyat agar mampu bertransformasi menjadi ruang ekonomi yang modern, tanpa harus kehilangan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang menjadi akarnya.
Di tengah gemuruh transaksi dan ramainya interaksi sosial di lapangan, bazar sepekan ini menjadi bukti nyata bahwa pasar tradisional memiliki fungsi sosiologis yang mendalam. Pasar bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan ruang yang merawat harapan, menggerakkan stabilitas ekonomi keluarga, serta menghidupkan denyut pembangunan dari akar rumput.
Semarak Hari Jadi Bogor ke-544 yang terpancar dari setiap sudut Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang diharapkan mampu mengobarkan optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui tata kelola pasar rakyat yang prima, semangat membangun Kota Bogor yang maju, berdaya saing, dan sejahtera akan terus bergema menuju masa depan yang lebih gemilang.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















