
BOGORTODAY.COM – Pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik. Salah satu perubahan penting adalah berakhirnya masa jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, posisi yang sebelumnya ia emban sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Di tengah pergantian kepemimpinan tersebut, laporan harta kekayaan Dadan kembali menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK pada Desember 2024, total kekayaan yang dimilikinya mencapai sekitar Rp9 miliar.
Koleksi Tiga Mobil SUV Bernilai Rp1,4 Miliar
Salah satu aset yang tercantum dalam laporan kekayaan Dadan adalah kepemilikan tiga kendaraan roda empat. Menariknya, seluruh kendaraan tersebut berasal dari segmen Sport Utility Vehicle (SUV).
Dua di antaranya merupakan kendaraan merek Mazda, yakni Mazda CX-5 keluaran tahun 2023 yang ditaksir bernilai Rp675 juta serta Mazda CX-3 tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp395 juta.
Selain itu, Dadan juga melaporkan kepemilikan Honda HR-V tahun 2024 yang memiliki estimasi harga Rp330 juta.
Jika digabungkan, total nilai ketiga kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Aset Terbesar Berupa Tanah dan Bangunan
Selain kendaraan, sebagian besar kekayaan Dadan berasal dari aset properti. Dalam laporan yang disampaikan ke KPK, ia tercatat memiliki tanah dan bangunan yang berlokasi di Bogor dengan nilai mencapai sekitar Rp5,9 miliar.
Tak hanya itu, terdapat pula harta bergerak lainnya yang nilainya lebih dari Rp322 juta. Sementara itu, dana dalam bentuk kas dan setara kas tercatat mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Dengan komposisi tersebut, total kekayaan yang dilaporkan berada di kisaran Rp9 miliar.
Prabowo Lakukan Perombakan Pimpinan BGN
Informasi mengenai pergantian pimpinan BGN diumumkan oleh Prasetyo Hadi yang juga bertugas sebagai juru bicara Presiden.
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin lembaga tersebut.
Perubahan juga terjadi pada posisi wakil kepala. Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya digantikan oleh Agustina Arumsari serta Trenggono.
Kantor BGN Digeledah Kejaksaan Agung
Tidak lama setelah pengumuman pergantian pimpinan, kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menjadi lokasi penggeledahan oleh penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026. Namun hingga kini, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan rinci mengenai perkara yang sedang ditangani maupun kaitannya dengan penggeledahan tersebut.
Perkembangan ini pun menambah perhatian publik terhadap Badan Gizi Nasional yang saat ini tengah memasuki masa transisi kepemimpinan setelah dilakukan perombakan besar di jajaran puncaknya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















