Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

Mata
Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Mata yang tampak lebih menonjol atau terlihat seperti “melotot” sering kali dianggap sebagai ciri fisik alami seseorang. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius, salah satunya penyakit mata tiroid atau thyroid eye disease (TED).

Gangguan ini berkaitan erat dengan masalah pada kelenjar tiroid dan dapat memengaruhi bentuk serta fungsi mata secara signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Thyroid Eye Disease?

Thyroid eye disease (TED) merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitar mata, termasuk otot dan lemak orbita. Kondisi ini umumnya berhubungan dengan gangguan tiroid, terutama hipertiroidisme atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.

Pada penderita TED, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan di sekitar mata. Akibatnya, terjadi pembengkakan yang mendorong bola mata ke depan sehingga tampak lebih menonjol dari biasanya.

Selain hipertiroid, pada sebagian kasus kondisi ini juga dapat muncul pada pasien dengan kadar hormon tiroid yang normal atau bahkan rendah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gangguan mata akibat tiroid tidak hanya menyebabkan perubahan pada penampilan. Penderitanya juga dapat mengalami berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain penglihatan ganda, kesulitan menutup kelopak mata secara sempurna, mata terasa kering, hingga gangguan pada pergerakan bola mata. Pada kondisi tertentu, mata juga bisa tampak juling akibat ketidakseimbangan otot di sekitar mata.

Gejala Tiroid Sering Tidak Disadari

Masalah pada kelenjar tiroid sering kali berkembang secara perlahan dan gejalanya tidak langsung disadari. Beberapa tanda awal yang dapat muncul meliputi tubuh mudah berkeringat, tangan gemetar, penurunan berat badan meski nafsu makan meningkat, serta frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya.

Karena gejalanya cenderung tidak spesifik, banyak penderita baru menyadari adanya gangguan tiroid setelah mengalami perubahan pada kondisi mata. Dalam beberapa kasus, pasien bahkan lebih dulu berkonsultasi ke dokter mata sebelum mengetahui adanya masalah pada kelenjar tiroid.

Kelompok yang Lebih Berisiko

Penelitian menunjukkan bahwa wanita, terutama yang berusia di atas 40 tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit mata tiroid. Faktor genetik, gaya hidup, tingkat stres, hingga kebiasaan merokok juga turut berperan dalam meningkatkan risiko penyakit ini.

Tidak hanya perokok aktif, paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga dapat memperburuk kondisi atau memicu munculnya gangguan ini pada individu yang rentan.

BACA JUGA :  Kamar Mandi Sudah Dibersihkan Tapi Masih Bau? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Dampak pada Kesehatan dan Kehidupan Sosial

Selain memengaruhi penglihatan, TED juga dapat berdampak pada kondisi psikologis penderitanya. Perubahan bentuk mata yang terlihat jelas sering kali membuat pasien merasa kurang percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan mengalami penurunan kualitas hidup.

Perubahan fisik yang terjadi tidak jarang menjadi beban emosional yang cukup berat, terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini

Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan sejak dini untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengendalikan peradangan serta meminimalkan perubahan pada mata.

Dengan diagnosis dini, peluang untuk mempertahankan fungsi penglihatan sekaligus memperbaiki kondisi estetika mata juga menjadi lebih besar.

Mata yang tampak menonjol tidak selalu merupakan kondisi normal. Dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya penyakit mata tiroid yang berkaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan hormon tiroid.

Mengenali gejala sejak awal, memahami faktor risiko, serta segera memeriksakan diri ke tenaga medis menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================