
BOGORTODAY.COM – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, membuat langkah yang cukup berani dalam pengembangan teknologi mengemudi otomatis. Perusahaan tersebut mengumumkan kebijakan perlindungan khusus yang menjamin penggantian kerugian finansial apabila terjadi kecelakaan saat fitur mengemudi otomatis perkotaan sedang digunakan sesuai prosedur.
Kebijakan ini berlaku untuk fitur Urban Navigate on Autopilot (NOA), bagian dari sistem bantuan berkendara canggih God’s Eye milik BYD. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan melakukan berbagai manuver secara otomatis, mulai dari berpindah jalur, berbelok, mengikuti arus lalu lintas, hingga berhenti saat lampu merah tanpa banyak intervensi pengemudi.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara peluncuran strategi kecerdasan kendaraan yang digelar BYD di China beberapa waktu lalu.
Tanggung Kerugian Selama Penggunaan Urban NOA
Melalui program bernama Full Damage Coverage, BYD menyatakan siap menanggung seluruh kerugian ekonomi yang muncul apabila pengguna mengalami kecelakaan saat mengoperasikan fitur Urban NOA sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini menjadi terobosan baru di industri otomotif. Selama ini, tanggung jawab finansial akibat kecelakaan umumnya dibebankan kepada pemilik kendaraan atau perusahaan asuransi. Dengan kebijakan terbaru tersebut, BYD mengambil peran yang lebih besar dalam menjamin keandalan teknologi yang mereka kembangkan.
Namun demikian, perlindungan ini memiliki sejumlah syarat. Garansi hanya berlaku selama satu tahun dan ditujukan bagi pelanggan baru maupun pengguna lama yang melakukan pembaruan sistem God’s Eye ke versi 5.0.
Saat ini program tersebut baru tersedia di pasar China dan belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan ekspansinya ke negara lain.
Lengkapi Jaminan Fitur Parkir Otomatis
Sebelumnya, BYD juga telah memberikan perlindungan serupa untuk fitur parkir otomatis atau Intelligent Parking. Dengan tambahan jaminan pada sistem Urban NOA, perusahaan kini menawarkan perlindungan untuk dua teknologi semi-otonom sekaligus, yakni parkir otomatis dan mengemudi otomatis di lingkungan perkotaan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan pintar yang semakin berkembang.
Tiga Alasan BYD Percaya Diri
BYD mengungkapkan bahwa keputusan memberikan jaminan penuh bukan tanpa alasan. Perusahaan mengandalkan tiga faktor utama sebagai fondasi kepercayaan mereka terhadap teknologi ADAS yang dikembangkan.
Pertama, jumlah kendaraan yang telah menggunakan sistem bantuan berkendara BYD disebut telah melampaui 3 juta unit. Angka tersebut diklaim menjadi salah satu yang terbesar di industri otomotif China.
Kedua, sistem God’s Eye memperoleh data perjalanan dalam jumlah sangat besar setiap hari. BYD menyebut lebih dari 200 juta kilometer data berkendara dikumpulkan setiap harinya untuk melatih dan menyempurnakan algoritma kecerdasan buatan.
Ketiga, perusahaan didukung ribuan tenaga ahli yang fokus mengembangkan teknologi mengemudi otonom. Tim riset dan pengembangan BYD saat ini disebut terdiri dari sekitar 5.000 insinyur.
Perkenalkan Chip Otomotif Generasi Baru
Dalam kesempatan yang sama, BYD juga memperkenalkan chip pengendali kendaraan terbaru bernama XUANJI A3. Komponen ini diklaim sebagai chip otomotif berbasis teknologi 4 nanometer pertama yang dikembangkan di China.
Chip tersebut dirancang untuk mendukung kemampuan mengemudi otomatis tingkat lanjut, mulai dari Level 3 hingga Level 4, di mana keterlibatan pengemudi semakin minim dalam pengoperasian kendaraan.
Menurut BYD, konfigurasi tiga chip XUANJI A3 mampu menghasilkan performa pemrosesan hingga lebih dari 2.100 TOPS (Trillion Operations Per Second). Kemampuan ini memungkinkan kendaraan memproses informasi jalan secara lebih cepat dan akurat.
Selain menawarkan kinerja tinggi, chip terbaru itu juga diklaim memiliki efisiensi energi sekitar 20 persen lebih baik dibandingkan teknologi sejenis yang tersedia saat ini.
Melalui kombinasi perlindungan pengguna dan pengembangan teknologi baru, BYD tampaknya ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam persaingan kendaraan pintar dan otonom di pasar global.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















