Polisi Uji Darah Empat Anjing di Jasinga Usai Mangsa Bocah

Darah Empat Anjing
Petugas Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri mengambil sampel darah seekor anjing pemburu babi hutan di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2026). Sampel tersebut diuji untuk memastikan ada tidaknya infeksi rabies setelah kasus gigitan anjing yang menewaskan seorang warga. FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Aparat kepolisian mengambil sampel darah empat anjing pemburu babi hutan di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2026). Langkah tersebut dilakukan setelah kasus gigitan anjing di wilayah itu menyebabkan seorang bocah meninggal dunia.

Sampel darah dari keempat anjing tersebut akan diuji untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi rabies. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelidikan penyebab kematian korban sekaligus mengantisipasi potensi penularan penyakit.

Pembina Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri, drh Jeanni Dumayanti, mengatakan pengujian serum diperlukan untuk meneguhkan diagnosis terhadap hewan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

“Tujuannya untuk meneguhkan diagnosis, apakah hewannya benar rabies atau tidak, karena rabies merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian,” kata Jeanni.

Menurut dia, sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke Balai Karantina Pertanian di Rawamangun, Jakarta Timur, untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Meski demikian, hasil pemeriksaan awal di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda rabies pada keempat anjing itu. Jeanni menjelaskan, hewan yang terinfeksi rabies umumnya memperlihatkan gejala seperti takut air, sensitif terhadap cahaya, serta menunjukkan perilaku agresif atau ketakutan berlebihan saat berhadapan dengan manusia.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

“Dari pengamatan kondisi umum, semuanya tampak sehat dan tidak ada gejala rabies,” ujarnya.

Namun, kata Jeanni, kepastian mengenai status rabies pada hewan tersebut tetap harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================